Tahun lalu tepatnya 8 sampai dengan 15 Desember 2009 saya bersama Prof. Sarbiran, Ph.D. berkesempatan melawat ke Guangxi University for Nationalities dan Guangxi Medical University di daratan China untuk mendampingi Pak Rektor menjalin kerjasama dengan kedua universitas tersebut. Nanning–tempat kedua universitas itu berada–merupakan kota yang sangat indah sesuai dengan julukannya “The Green City” apalagi pada malam hari. Selain ke kota Nanning, saya juga mengunjungi kota Shenzhen, kota industri di sisi tenggara China. Sebagai orang yang punya hobi fotografi selain perlengkapan penunjang kehidupan yang saya bawa, kamera Canon EOS 450D dengan perlengkapan minimal juga ikut saya “eret-eret” ke China. Oleh karena barang bawaan sudah cukup banyak maka saya putuskan untuk tidak membawa tripot agar tidak repot. Saya menjadi kecewa karena ketika sightseeing di kota Nanning pada malam hari, banyak shot yang harus dilakukan dengan bantuan tripot mengingat objek-objeknya sangat indah kalau dilakukan dengan slow speed atau long exposure. Apa boleh buat dengan berbagai cara antara lain meletakkan kamera di atas bak sampah saya lakukan shot dengan slow speed, bahkan untuk menjaga kamera agar tidak bergoyang dalam beberapa detik terpaksa sy tahan napas. Walaupun tanpa tripot, beberapa dari hasil shot agak dapat dinikmati, inilah hasilnya (klik pada gambar untuk memperbesar):






Link Terkait:
Posted on 10 March '10 by Muchlas, under Fotografi. 5 Comments.
Foto-foto yang dihasilkan dari teknik memotret long exposure atau slow speed menuntut tersedianya peralatan yang cukup untuk menjaga agar kamera tidak bergerak/bergoyang sedikitpun selama shutter dibuka agak lama. Untuk menghasilkan efek slow speed dari aliran air terjun pada foto di bawah ini diperlukan waktu pencahayaan 3 detik, jadi selama 3 detik kamera harus dipertahankan stabilisasinya.

Sedangkan gambar sungai di bawah ini–foto hasil jepretan anak kedua saya Muhammad Faris Saeful’ilmi–menggunakan waktu pencahayaan 1 detik untuk menghasilkan efek slow speed yang agak terasa dari aliran air,
Foto: Muhammad Faris Saeful’ilmi
dan gambar danau Nanhu di waktu malam di bawah ini memerlukan waktu pencahayaan 3,2 detik.


Selain tripot, peralatan lain yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek slow speed adalah remote switch. Peralatan remote switch berfungsi menggantikan tombol shutter sehingga dengan menggunakan alat ini pemotret dapat membuka shutter melalui saklar yang dihubungkan dengan kabel ke kamera. Remote switch untuk kamera Canon EOS 450D yakni seri RS-60E3 telah tersedia di pasaran dengan harga berkisar antara US$9 sampai dengan US$25, itu saja belum termasuk ongkos kirim kalau kita membelinya dari internet atau pasar online lainnya.
Remote Switch RS-60E3
Remote switch dapat diperoleh dengan biaya yang sangat murah yakni dengan membuat sendiri dari mouse bekas dan dan beberapa komponen lainnya seperti jack audio stereo ukuran 2,5 mm, kabel audio stereo (berisi 3 jalur) dan sebuah saklar. Langkah pembuatannya adalah:
- Siapkan mouse bekas, bukalah penutupnya dan putuskan jalur PCB (printed circuit board) yang menghubungkan rangkaian dalam mouse dengan ketiga saklar kiri, kanan dan tengah mouse. Pastikan saklar-saklar mouse baik kiri/kanan maupun tengah, kaki-kakinya terbebas dari hubungan dengan rangkaian mouse.
- Sediakan sebuah jack audio stereo ukuran 2,5 mm dan satu buah saklar on-off.
- Selanjutnya buatlah jalur koneksi saklar membentuk konfigurasi seperti gambar berikut ini. Untuk menambah fungsi saklar mode bulb, perlu diberi saklar on/off eksternal yang dihubungkan secara berjajar/paralel dengan salah satu saklar kiri/kanan dari mouse.

Gambar berikut ini adalah remote switch yang saya buat dengan menggunakan mouse bekas. Saklar mouse kanan dan kiri digunakan sebagai tombol shutter, sedangkan saklar tengah untuk autofocus.

Saklar on-off saya pasang di bagian belakang (berwarna biru) yang difungsikan sebagai tombol shutter pada mode BULB.

Pemasangan remote switch “murah” buatan sendiri pada kamera Canon EOS 450D ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Hasil ujicoba remote switch buatan sendiri sangat memuaskan karena dapat berfungsi seperti yang diharapkan. Gambar air terjun dan sungai dengan efek slow speed di atas saya peroleh dengan melibatkan remote switch buatan sendiri. Selamat mencoba!
Link Terkait:
Posted on 8 March '10 by Muchlas, under Fotografi. 6 Comments.
Benda-benda bergerak seperti orang berlari, delman, sepeda motor, atau mobil dapat diambil gambarnya dalam dua cara yakni efek freeze dan efek panning. Efek freeze akan memberikan hasil foto dari benda bergerak nampak seolah-olah dihentikan, sesuai dengan arti istilah freeze yakni pembekuan. Foto dengan efek freeze ini mudah dibuat, yakni dengan menempatkan shutter speed yang tinggi misalnya 1/125 untuk orang berlari, 1/250 atau 1/500 untuk sepeda motor/mobil yang sedang melaju. Teknik memotretnya juga mudah yakni dengan menempatkan kamera dalam keadaan diam ketika tombol shutter dilepas. Ciri foto dengan efek freeze objek yang bergerak maupun latarbelakangnya menjadi tampak diam atau berhenti dan terkesan gambar menjadi sangat statis tidak menunjukkan efek gerak. Sebaliknya, foto dengan efek panning akan memberikan hasil benda yang bergerak nampak sedang melaju sehingga memberikan efek dinamis yang sangat besar.

Jika ingin melihat gambar dengan ukuran sebenarnya silahkan klik pada gambar. Memotret dengan efek panning memberikan hasil gambar objek tajam tetapi latar belakang blur dengan efek gerak berlawanan dengan arah gerakan objek dan hasil ini mengesankan gambar objek menjadi sangat dinamis. Prinsip dari pemotretan dengan efek panning ini adalah mempertahankan shutter speed pada nilai “agak” rendah kemudian selama penekanan tombol shutter, kamera digerakkan mengikuti gerakan objek. Efek panning dapat diperoleh dengan melakukan setting pada kamera kita menggunakan mode Tv (time value). Gambar di atas dengan menggunakan kamera Canon EOS 450 D, Lensa Canon EF-S 18-55 mm IS dengan nilai-nilai setting sebagai berikut:
- Mode: Tv (time value)
- Shutter speed: 1/15 second
- ISO: 100
- AF Mode: AI SERVO
Selamat mencoba!
Link Terkait:
Posted on 4 March '10 by Muchlas, under Fotografi. 2 Comments.
Apakah gambar-gambar hasil jepretan kamera anda sudah indah dan enak dipandang? Ada ungkapan di lingkungan serdadu perang the man behind the gun, di dalam bidang fotografi juga berlaku the man behind the camera. Secanggih apapun jenis kamera yang anda miliki, keindahan gambar hasil jepretan kamera tergantung pada keahlian fotografernya. Jika anda memotret objek maka kualitas dan keindahannya akan tergantung pada dua hal. Pertama, keahlian anda dalam mengoperasikan peralatan kamera terutama dalam mengatur focussing dan lighting. Kedua, keahlian anda dalam mengatur komposisi gambar. Paduan dua keahlian ini akan menghasilkan gambar yang tajam, pencahayaan proporsional, komposisi yang indah dan enak dipandang sehingga gambar menjadi sangat menakjubkan. Bagaimana anda mengatur komposisi gambar?
Komposisi adalah susunan dari elemen-elemen objek pada area gambar. Seorang fotografer sebelum mengambil gambar dengan kameranya, harus dapat mengatur komposisi terlebih dahulu agar gambar yang dihasilkan menjadi indah dan enak untuk dipandang.
1. Penempatan Point of Interest (POI) Objek
Point of Interest (POI) dapat ditempatkan dengan dua cara yakni dengan the rule of third dan the golden section. Perlu diingat bahwa dalam fotografi tidak ada aturan yang sangat rigid/kaku dalam mengatur komposisi. Baik the rule of third maupun the golden section hanya memberikan panduan dasar saja dan bukan merupakan keharusan anda dalam mengatur komposisi gambar.
The Rule of Third
Langkah pertama menempatkan POI dengan cara ini adalah membagi bidang gambar menjadi tiga bagian. Bagilah panjang dan lebar bidang secara sama ke dalam 3 bagian. Untuk frame yang mendatar (landscape), penempatan POI adalah sebagai berikut:
(more…)
Posted on 13 November '09 by Muchlas, under Fotografi. 2 Comments.
Karena bukan seorang web designer maka sejak awal saya telah memilih perangkat pembuat web yang dirasa paling sederhana sehingga mudah merawatnya. Atas jasa Pak Mushlihudin, beberapa tahun yang lalu saya memperoleh pengetahuan tentang CMSimple dan sekaligus sub domain muchlas.ee.uad.ac.id di server UAD dengan CMSimple terpasang di dalamnya. Waktu itu Pak Udin (nick name dari Pak Mushlihudin) masih menjabat sebagai Kepala Pusat Ilmu Komputer dan Sistem Informasi UAD.
(more…)
Posted on 9 July '09 by Muchlas, under Uneg-uneg. 6 Comments.

Simulator WOOKIE (Wireless Object Oriented Kindly Interfaced Emulator) dibuat untuk membantu para programmer bahasa assembly mesin 68HC11 dari Motorola. Dengan menggunakan simulator WOOKIE, pemrogram dapat melakukan perbaikan program (debugging) maupun pengetesan program secara mudah dan benar. Oleh karena simulator WOOKIE ini dapat dijalankan tanpa perlu melibatkan perangkat keras dari mesin 68HC11 yang sesungguhnya, maka pemrogram dapat terhindar dari masalah-masalah yang berhubungan dengan penyediaan perangkat keras maupun masalah-masalah interkoneksinya. Dengan kata lain, simulator WOOKIE ini telah menyediakan secara virtual mesin 68HC11. Melalui simulator WOOKIE ini dapat ditampilkan semua resources mikrokontroler 68HC11 pada layar monitor komputer, sehingga pemrogram seolah-olah telah berhadapan langsung dengan mikrokontroler 68HC11 yang sesungguhnya.
(more…)
Posted on 24 June '09 by Muchlas, under Simulator Prosesor. 1 Comment.
DSCH2 merupakan perangkat lunak aplikasi yang menyediakan fasilitas editor logika dan simulator logika. Dengan program ini Anda dapat menyusun rangkaian logika melalui editor logika dan sekaligus mengujinya melalui simulator logika. Perancang perangkat lunak ini adalah Prof. Etienne SICARD dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer pada The National Institute of Applied Sciences, Toulouse, Perancis.
(more…)
Posted on 23 June '09 by Muchlas, under Simulator Logika. No Comments.
Simulator ini dibuat oleh Josh Tynjala menggunakan Adobe Flex. Seperti simulator SimCir, Logily sangat sederhana dan pengoperasiannya sangat mudah. Untuk keperluan simulasi rangkaian-rangkaian logika yang sederhana, simulator ini cukup baik digunakan.
Menjalankan Logicly:
Karena tidak tersedia installer untuk komputer lokal, maka Logicly dijalankan langsung dari situsnya Josh Tynjala. Jadi, logicly berjalan secara online.
(more…)
Posted on 23 June '09 by Muchlas, under Simulator Logika. No Comments.
Simulator ini merupakan software berbasis Java yang dapat berjalan di atas web browser dibangun oleh Kazuhiko Arase dengan Original version nya dirilis pada 12 November 1998, dan pada 30 November tahun yang sama dilakukan perubahan pada model transfer signal. Pada 7 Februari 1999, dilakukan penyempurnaan dengan mengganti tombol-tombol pemilih device dengan toolbox, perbaikan pada grafik, menambahkan gerbang NOT dan debugging pada bagian-bagian yang masih salah. Aplikasi Java mulai dilibatkan pada 7 Maret 1999 sekaligus ditambahkan fasilitas copy, paste, cut dan save. Pada 6 Juli 2000 dilakukan penyempurnaan dengan menambahkan fitur edit label. Tidak ada info perkembangan aplikasi ini pasca 2000.
(more…)
Posted on 22 June '09 by Muchlas, under Simulator Logika. 2 Comments.