bendera china

Untuk kali keempat, pada 15 s.d. 20 Mei 2019, saya mengunjungi kembali daratan  China. Kebetulan saat itu masih dalam suasana bulan puasa Romadhon 1440 H, sehingga diperlukan effort yang agak besar untuk mempertahankan keadaan tubuh selama menjalankan berbagai aktivitas di sana.

Setelah selesai berkunjung  ke Yangzhou Polytechnic Institute (YPI) China, saya diantar oleh Pak Sun (direktur kantor internasional YPI) ke salah satu industri elektronik berbasis Surface Mount Technology (SMT) di kawasan industri kota Yangzhou. SMT adalah metode fabrikasi rangkaian elektronik yang dilakukan dengan menempelkan  komponen elektronika ke permukaan PCB (printed circuit board), dan dengan cara seperti ini proses produksi menjadi semakin cepat.  Komponen elektronika yang dapat dipasangkan oleh mesin SMT adalah komponen khusus yang biasanya disebut dengan Surface Mount Device (SMD). Prinsip fabrikasi rangkaian dengan SMT dapat digambarkan sebagai berikut.

difference-between-SMT-and-SMD

Proses fabrikasi rangkaian elektronik berbasis SMT menurut JingHongYi PCB (HK) Co., Limited

Pada 10 tahun yang lalu saya pernah mengunjungi industri elektronik berbasis SMT di kota Shenzhen untuk produksi perangkat telepon selular (HP) dan Dekoder Televisi. Kunjungan saya kali ini diarahkan ke industri SMT untuk pemasangan komponen rangkaian driver/pengendali display LCD di kota Yangzhou.

SMT-display-factory

Kunjungan ke industri SMT di Yangzhou

Saat ini teknologi SMT telah mampu mengantarkan teknologi fabrikasi rangkaian elektronik pada tingkat kecepatan produksi yng tinggi dan teliti. keberadaannya menjadi tulang punggung industri modern semua perangkat elektronik yang memerlukan level mass production. Pertanyaannya, apa yang harus kita ajarkan kepada mahasiswa kita untuk menghadapi tuntutan dunia kerja seperti ini???

Salam persahabatan dunia.

bendera chinaUntuk kali keempat, pada 15 s.d. 20 Mei 2019, saya mengunjungi kembali daratan  China. Kebetulan saat itu masih dalam suasana bulan puasa Romadhon 1440 H, sehingga diperlukan effort yang agak besar untuk mempertahankan keadaan tubuh selama menjalankan berbagai aktivitas di sana.

Mengisi Pengajian di Nanjing

Salah satu kegiatan di sela-sela aktivitas utama kunjungan saya ke China adalah mengisi kajian agama di hadapan anggota PCIM (Pimpinan Cabang Istmewa Muhammadiyah) Tiongkok Region Nanjing, yang dalam kenayataannya dihadiri pula oleh berbagai komunitas muslim Nanjing seperti Komunitas Khusnul Khatimah. Nampaknya panitia telah merancang kegiatan ini sejak jauh hari sebelum kedatangan saya ke China, terbukti beredar  meme publikasi melalui medsos beberapa waktu sebelum saya mengisi pengajian ini. Untuk kali ini saya lebih berperan sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berkewajiban melakukan sosialisasi Fiqih Informasi seperti tema yang disodorkan kepada saya.

meme-fiqih-info1

Perlu diketahui bahwa pada awal 2019, Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan versi awal buku Fiqih Informasi sebagai pedoman umat Islam khususnya warga Muhammadiyah dalam mengelola informasi. Kebetulan panitia meminta saya mengisi kajian dengan tema tersebut, sehingga momentum ini saya gunakan sebagai media sosialisasi fiqih informasi yang telah diterbitkan agar umat Islam dalam mengelola informasi (menerima, menyimpan, memroses, dan menyebarkuaskannya) dapat memberikan manfaat bagi kemajuan peradaban manusia.

kajian-1

pengajian-nanjing
Mengisi kajian Fiqih Informasi di kota Nanjing

Pengajian dilaksanakan menjelang berbuka puasa di salah satu hotel di kota Nanjing. Alhamdulillah sore itu antusiasme peserta sangat tinggi dalam mengikuti kajian walaupun mereka datang dari tempat-tempat yang jauh. Selain saya, pengajian juga menghadirkan Ir. Endi Syaiful Alim, M.Sc. (Ketua PCIM Tiongkok), salah satu kandidat doktor yang sedang menempuh program Ph.D. di China. Sebelum ke China, Pak Endi adalah salah satu Dekan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), dan saya pernah bertemu beliau beberapa tahun yang lalu (lebih dari 10 tahun yang lalu) di kampusnya saat Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah (MPI PPM) menyelenggarakan kegiatan di UHAMKA. Kajian dipandu oleh pak Muh. Aziz, M.Cs (dosen Teknik Informatika UAD salah satu kandidat doktor Universitas Hohai, China). Direktur Program Internasional UAD pak Dr. Dwi Santoso nampak pula hadir setia menemani saya selama bertugas di China.

PCIM Tiongkok Region Nanjing yang diketuai pak Muh. Aziz dengan pengurus lain seperti pak Sularso, pak Dani Fadilah, pak Andri Pranolo, pak Zalik Nuryana, pak Aziz Ikhsanudin, dan bu Lolita, bu Nissa bu Tarnoto, serta bu Rudy Yuniawati, terasa menjadi organ Muhammadiyah yang aktif dalam menggerakkan dakwah di luarnegeri dengan berbagai aktivitasnya. Situasi seperti inilah sesungguhnya yang merupakan harapan pimpinan UAD,  yakni para dosen yang sedang bertugas menempuh studi lanjut di luar negeri senantiasa menjadi pioner dakwah dengan menginisiasi dan menggerakkan pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah di tempat mereka menempuh studi.

Progress Check Studi Lanjut S3

Sebelum melaksanakan aktivitas pokok menjalin kerjasama dengan dengan beberapa perguruan tinggi di negara tirai bambu tersebut, saya berkesempatan melakukan progress check kemajuan belajar dosen-dosen UAD yang sedang menempuh studi doktor di sana. Pada tahun 2019 tercatat 16 orang UAD sedang studi S2 & S3 di China yakni:(1) Sularso-PGSD (Nanjing University of the Art); (2) Dani Fadilah-Ilmu Komunikasi (Nanjing Normal University); (3) Muhammad Aziz-Teknik Informatika (Hohay University, Nanjing); (4) Satrianawati-PGSD (Harbin Normal University); (5) Rifky Dora Wijayati-Pendidikan Bahasa Inggris (Southwest University, Chongqing); (6) Arum Priadi-Pendidikan Bahasa Inggris (Central China Normal University, Wuhan); (7) Sucipto-Pendidikan Bahasa Inggris (Central China Normal University, Wuhan); (8) Zalik Nuryana-Pendidikan Agama islam (Nanjing Normal University); (9) Andri Pranolo-Teknik Informatika (Hohay University, Nanjing); (10) Anang Masduki-Ilmu Komunikasi (Shanghai University); (11) Nissa Tarnoto-psikologi (Nanjing Normal University); (12) Rudy Yuniawati-Pasikologi (Nanjing Normal University); (3) Aziz Ikhsanudin-Farmasi (China Pharmatical University); (14) Lolita (Nanjing Medical University); (15) Adhita Sri Prabakusuma-Teknologi Pangan (Yunnan Agriculture University); dan (16) Nurun Isnaini-Staf KUI (Northwestern Polytechnical University).

buka bersama di nanjing

Buka puasa bersama sekaligus progress check kemajuan belajar S3 di Asrama Mahasiswa Nanjing Normal University

Secara umum, kemajuan belajar dosen-dosen UAD yang sedang menempuh studi S3 di China cukup baik, beberapa di antaranya memang masih harus menempuh ujian bahasa China sampai pada level tertentu, namun sebagian besar telah melewati fase tersebut sehingga telah memasuki kelas-kelas kuliah sesuai disiplin ilmu yang dipilih, dan bahkan di antaranya telah mulai bimbingan proposal disertasi dengan supervisornya.

Berkunjung ke Masjid-masjid di Nanjing

Saya juga berkesempatan mengunjungi dua masjid di kota Nanjing. Masjid pertama yang saya kunjungi adalah masjid Jingjue (净觉寺) di daerah Qihuai, Nanjing. Merujuk Wikipedia diperoleh informasi bahwa masjid ini dibangun atas perintah Kaisar Hongwu dari Dinasti Ming pada tahun 1388. Selama pemerintahan Kaisar Xuande, Zheng He mengimbau agar masjid menjalani renovasi sebelum pelayarannya yang membuat total masjid menjadi 2,6 hektar. Sejak itu, masjid telah dihancurkan dan dibangun kembali beberapa kali, dengan struktur saat ini dibangun pada akhir Dinasti Qing dan wilayahnya telah berkurang menjadi 0,4 hektar. Pada 2007, masjid tersebut mengalami perbaikan dan renovasi dengan dukungan pemerintah kota Nanjing. Selanjutnya, pada tahun 2014, pemerintah menambahkan sekolah dasar yang berdekatan ke area masjid.

masjid nanjing 1

Masjid Jingjue (净觉寺) di Nanjing

Oleh karena masjid ini merupakan peninggalan Laksamana Cheng Ho atau Zheng He (鄭和), maka bentuk bangunannya mirip dengan bangunan-bangunan masjid peninggalan laksamana tersebut yang ada di Indonesia. Menjelang keluar dari arena masjid, kami sempat bersilaturahmi dengan ketua takmir masjid Al-Jingjue yang merupakan penduduk asli kota Nanjing.

china-19-masjid2

Sesaat setelah silaturahmi dengan Ketua Takmi Masjid Jingjue (净觉寺) di Qihuai, Nanjing

Saya juga sempat mengikuti sholat jumat di masjid kedua yang saya kunjungi yakni Masjid Jizhaoying (吉兆营清真寺).  Dari Wikipedia diperoleh informasi bahwa  masjid ini telah berdiri sebelum tahun 1912 dan pada tahun 1987, masjid  mengalami renovasi dengan dana yang dikumpulkan oleh Perkumpulan Islam Urban di Nanjing.

masjid-nanjing-2

Suasana di dalam Masjid Jizhaoying (吉兆营清真寺) dan luar masjid setelah selesai sholat Jumat

Saat saya berkunjung ke masjid ini di Nanjing, sedang berkembang opini  di negara kita bahwa pemerintah China mempersulit pelaksanaan ibadah kaum muslimin. Namun, keadaan di lapangan sangat berbeda dengan opini yang berkembang, saya merasa nyaman dalam melaksanakan rangkaian kegiatan sholat jumat di masjid Jizhaoying (吉兆营清真寺) ini, dan tidak terlihat sama sekali aparat keamanan yang menjaga sudut-sudut masjid apalagi melakukan intervensi mempersulit ibadah.

Salam pesahabatan dunia.

bendera chinaUntuk kali keempat, pada 15 s.d. 20 Mei 2019, saya mengunjungi kembali daratan  China. Kebetulan saat itu masih dalam suasana bulan puasa Romadhon 1440 H, sehingga diperlukan effort yang agak besar untuk mempertahankan keadaan tubuh selama menjalankan berbagai aktivitas di sana.

Kunjungan ke Universitas Hohai di Nanjing

Universitas pertama yang saya kunjungi di Nanjing adalah Hohai University yang merupakan universitas di bawah yurisdiksi langsung Kementerian Pendidikan Tiongkok. Dari tahun 1958 hingga 2000 universitas ini dikelola oleh Kementerian Sumber Daya Air sehingga wajar kalau sekarang universitas ini memiliki program studi Teknik Hidrologi dan Teknik Sipil terbaik di Tiongkok. Dengan didukung oleh 2.084 dosen, 10 laboratorium utama, 7 pusat penelitian teknik berlevel nasional, Universitas Hohai menyelenggarakan 52 program studi sarjana, 34 program magister level 1 dan185  level 2, serta 12 program doktoral level 1 dan 57 level 2. Saat ini jumlah mahasiswa total sebesar 33.304 orang dengan hampir 700 di antaranya mahasiswa internasional. Beberapa program studi yang diselenggarakan memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan program-program studi yang diselenggrakan di UAD seperti teknik informatika.

Dalam kunjungan ini saya ditemani Pak Dr. Dwi Santoso (Kepala Program Internasional UAD) dan  beberapa dosen yang sedang studi di China. Selama bertugas di China, saya ditempatkan di asrama mahasiswa post graduate (mirip hotel) Nanjing Normal University. Hanya memerlukan waktu 15 menit dengan berjalan kaki dari asrama untuk mencapai kampus pusat Universitas Hohai.

 

Kunjungan saya dan rombongan UAD disambut langsung oleh Wakil Rektor Universitas Hohai, Prof. Xu Weiya, dan beberapa dosen dari kantor urusan internasional mereka. Tahun ini terdapat dua orang dosen UAD yang mendapat beasiswa China Government Scholarship kuliah di universitas ini yakni pak Muh. Aziz dan pak Andri Pranolo, keduanya mengambil bidang teknik informatika.

DSCF6800-3

Pertukaran informasi antara UAD dan Universitas Hohai mengawali penandatangan MoU

Atas usaha-usaha pendekatan informal yang intensif oleh pak Muh. Aziz, Universitas Hohai dapat menerima delegasi UAD dan bekerjasama dengan UAD. Dalam sesi pertukaran informasi, dilakukan pula penegasan kembali butir-butir kerjasama antara lain: joint conference, credit transfer, student exchange, joint research, dan visiting professor. 

DSCF6815-4

DSCF6824-5

DSCF6825-6

Penandatangan MoU antara UAD dan Universitas Hohai, Nanjing China

Penandatangan MoU ini menjadi tonggak awal dimulainya kerjasama antara UAD dengan Universitas Hohai di China, harapannya program-program studi rumpun teknologi yang ada di UAD dapat menindaklanjutinya dengan mengadakan technical agreement sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan diteruskan dengan mengimplementasikannya.

Kunjungan ke Yangzhou Polytechnic Institute

Selanjutnya, dari Universitas Hohai saya meneruskan perjalanan ke Yangzhou Polytechnic Institute (YPI), salah satu perguruan tinggi vokasi yang cukup besar di sebelah timur laut kota Nanjing. Perjalanan dari Nanjing ke Yangzhou ditempuh dalam waktu kurang dari 3 jam dan saya ditemani oleh pak Dr. Dwi Santoso, pak Muh. Aziz dan pak Dani Fadilah. Delegasi UAD disambut oleh direktur kantor internasional YPI , kami memanggilnya Pak Sun, dan selanjutnya dipertemukan dengan presiden dan para dekan di lingkungan YPI.

YPI-1-new

ypi-2-new

ypi-3-new

Pembahasan kesepakatan kerjasama UAD dan Yangzhou Polytechnic Institute

Pertemuan antara delegasi UAD dan tuan rumah YPI membahas peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan oleh kedua perguruan tinggi. Salah satu program kerjasama yang disepakati (dalam waktu dekat dapat dilakukan) adalah  student exchange dan magang dosen/mahasiswa program vokasi. Peluang-peluang ini perlu memperoleh perhatian kita arena saat ini UAD telah memiliki dua program vokasi yakni Bisnis Jasa Makanan D4 dan Disain Komunikasi Visual D3 (dalam proses penyatuan dari Poliseni Yogyakarta ke dalam UAD) serta  sedang mengajukan 5 program studi vokasi lagi ke Kementerian Ristekdikti. Nantinya, YPI dapat ditetapkan sebagai mitra kerjasama luar negeri oleh program-program studi vokasi UAD.

Kunjungan ke Lab Yangzhou Polytechnic Institute

YPI sebagai kampus vokasi telah menunjukkan profil pendidikan vokasi yang ideal. Fasilitas lab yang disediakan telah menggunakan prinsip penyelenggaraan pendidikan vokasi dari bapak vokasi Charles Prosser  yakni “effective vocational training can only be given where the training jobs are carried on in the same way with the same operations, the same tools and the same machines as in the occupation itself”, peralatan lab yang ada benar-benar sama dengan keadaan yang sesungguhnya di tempat kerja.

ypi-4-new

ypi-5-new

ypi-6-new

Peralatan lab vokasi dan cara operasinya  sama persis dengan peralatan yang ada di tempat kerja (industri)

Saya juga berkesempatan mengunjungi lab teknik elektro dan berdiskusi dengan Dekan Fakultas Teknik Elektro tentang penggunaan alat-alat yang ada di tempat tersebut. Ternyata, semua peralatan lab teknik elektro seperti oscilloscope dan signal generator yang digunakan disediakan oleh mitra industri, dalam hal ini SIEMENS, Ltd, untuk menjamin para lulusan sekolah vokasi ini memiliki keterampilan yang sesuai dengan dunia industri.

ypi-7-new

ypi-8-new

Peralatan lab disediakan oleh mitra industri Siemens, Ltd.

Terlihat pula pembelajaran klasikalnya dilaksanakan di area lab dekat dengan peralaan-peralatan praktik mahasiswa. Cara ini menjadikan mahasiswa langsung dapat berinteraksi dengan alat-alat praktik selama proses pembelajaran berlangsung.

ypi-7

Pembelajaran klasikal dilaksanakan di area lab

Harapannya, kedua perguruan tinggi yang telah dikunjungi ini dapat menjadi mitra kerjasama internasional UAD baik untuk program-program akademik maupun vokasi.

Salam persahabatan dunia!!!

Pada Maret 2019, saya telah selesai menciptakan lab virtual untuk praktik Elektronika Dasar menggunakan aplikasi PSPICE. Proyek ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa saat ini ketersediaan modul-modul untuk mendukung praktik elektronika dasar berbasis laboratorium virtual masih belum dapat memenuhi kebutuhan. Mengapa harus menggunakan lab virtual? Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mendisrupsi landscape laboratorium teknik termasuk elektronika dasar, yang semula hanya mengandalkan peralatan-peralatan real, saat ini muncul kebutuhan untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan hands-on activity dengan online activity dalam sebuah blanded learning  penyelenggaraan praktik. Produk yang saya ciptakan ini memperkaya implementasi lab virtual untuk mendukung online activity menggunakan aplikasi yang handal dan mudah dioperasikan dalam praktik elektronika dasar.

Produk ini dapat digunakan oleh dosen/mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan jurusan sejenis serta guru/siswa SMK untuk mengajar/belajar Elektronika Dasar. Secara fungsional, produk ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas atau untuk mendukung praktik di laboratorium. Secara lebih detil, spesifikasi produk disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 1. Spesifikasi produk

Screen Shot 2019-07-05 at 7.11.20 AM

Produk ini menyediakan 8 topik praktik elektronika dasar dengan dukungan rangkaian virtual seperti ditunjukkan pada tabel 2.

Tabel 2. Topik dan Rangkaian Virtual Pendukung yang disediakan Produk

Screen Shot 2019-07-05 at 1.25.46 PM

 Rangkaian elektronika virtual berbasis PSPICE pada produk ini ditunjukkan melalui gambar berikut ini.

Screen Shot 2019-07-07 at 11.12.36 AM

Screen Shot 2019-07-07 at 11.12.50 AM

Gambar 1. Rangkaian Pengisian dan Pengosongan Kapasitor, Rangkaian RC, dan Rangkaian Karakteristik Diode

Screen Shot 2019-07-07 at 11.43.50 AM

Gambar 2. Rangkaian Pembentuk Gelombang

Screen Shot 2019-07-07 at 11.48.44 AM

Gambar 3. Rangkaian Penyearah

Screen Shot 2019-07-07 at 11.52.24 AM

Gambar 4. Rangkaian Penjepit dan Pengganda TeganganScreen Shot 2019-07-07 at 11.56.29 AM

Gambar 5. Karakteristik Transistor dan Rangkaian Penguat

Sedangkan ouput yang dihasilkan oleh rangkaian-rangkaian tersebut disajikan gambar-gambar berikut ini.

1. Pengisian dan Pengosongan Kapasitor

Screen Shot 2019-07-05 at 8.09.21 AMGambar 6. Kurva tegangan (atas) dan arus (bawah) pengisian kapasitor hasil eksperimen laboratorium virtual SPICE (kiri) dan teoritik (kanan)

Screen Shot 2019-07-05 at 8.11.13 AMGambar 7. Kurva tegangan (atas) dan arus (bawah) pengosongan kapasitor hasil eksperimen laboratorium virtual SPICE (kiri) dan teoritik (kanan)

2. Rangkaian RC

Screen Shot 2019-07-05 at 8.20.17 AM

Gambar 8. Watak integrator dengan input gelombang kotak (garis tebal: tegangan output; garis tipis: tegangan input)

Screen Shot 2019-07-05 at 8.20.28 AM

Gambar 9. Watak integrator dengan masukan gelombang sinus (garis tebal: tegangan output; garis tipis: tegangan input)

Screen Shot 2019-07-05 at 1.02.19 PM

Gambar 10.  Watak diferensiator dengan input gelombang kotak

Screen Shot 2019-07-05 at 1.02.33 PM

Gambar 11. Watak diferensiator dengan input gelombang sinus

Screen Shot 2019-07-05 at 1.17.28 PM

Gambar 12. Respons frekuensi filter low pass dan filter high pass hasil eksperimen dengan PSPICE

3. Karakteristik Diode

Screen Shot 2019-07-07 at 12.28.27 PM

Gambar 13. Hasil pengukuran karakteristik diode 1N4002 menggunakan PSPICE

4. Rangkaian Pembentuk Gelombang

Screen Shot 2019-07-05 at 1.17.51 PM

Gambar 14. Watak rangkaian pembentuk gelombang hasil eksperimen PSPICE

5. Rangkaian Penyearah

Screen Shot 2019-07-05 at 1.18.35 PMGambar 15. Bentuk gelombang tegangan pada penyearah setengah gelombang hasil eksperimen menggunakan PSPICE dengan beban ringan

Screen Shot 2019-07-05 at 1.19.31 PM

Gambar 16. Bentuk gelombang tegangan pada penyearah gelombang penuh hasil eksperimen dengan PSPICE: (a) beban ringan, dan (b) beban penuh

Screen Shot 2019-07-05 at 1.20.05 PM

Gambar 17. Bentuk gelombang penyearah jembatan dengan beban ringan hasil  eksperimen menggunakan PSPICE

Screen Shot 2019-07-07 at 12.48.29 PM

Gambar 18. Bentuk gelombang tegangan rangkaian penyearah filter C Hasil eksperimen menggunakan PSPICE

6. Rangkaian Penjepit dan Pengganda Tegangan

Screen Shot 2019-07-07 at 12.49.56 PM

Gambar 19. Watak rangkaian penjepit hasil eksperimen menggunakan PSPICE dan hasil komputasi teoritik

Screen Shot 2019-07-07 at 12.52.10 PM

Gambar 20.  Watak pengganda tegangan dua kali

Screen Shot 2019-07-07 at 12.52.22 PM

Gambar 21. Watak pengganda tegangan empat kali

7. Karakteristik Transistor

Screen Shot 2019-07-07 at 12.58.34 PM

Gambar 22. Karaktersitik transistor 2N2222 hasil eksperimen dengan PSPICE

8. Rangkaian Penguat

Screen Shot 2019-07-07 at 12.59.59 PM

Gambar 23. Respons amplitudo amplifier common emitter untuk Vi=1mV: (a) tanpa kapasitor bypass; (b) dilengkapi kapasitor bypass

Selamat menggunakan!!

Selama tahun 2018, beberapa wilayah di Indonesia dilanda bencana gempa bumi dan tsunami termasuk pulau Lombok khususnya di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur, serta Sulawesi khususnya di kota Palu, Donggala dan Sigi. Sebagai amal usaha Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan tinggi dengan misi tri dharma PT, dan salah satu dari misi itu adalah pengabdian kepada masyarakat, UAD memiliki tanggung jawab moral untuk membantu meringankan beban korban bencana tersebut.

Bantuan HUNTARA dan Paket Sembako Untuk Korban Gempa Lombok

Pada tanggal 5 sampai dengan 7 Oktober 2018 Tim Peduli Lombok UAD yang terdiri atas: Rektorat (Rektor, saya selaku WR I, dan WR III), Kepala Kantor UAD, Kepala LPSI, dan staf HUMAS UAD, bertolak ke pulau Lombok untuk menyampaikan bantuan dari sivitas akademika UAD bagi korban gempa,  sekaligus memberikan motivasi kepada para relawan psikososial UAD yang telah diterjunkan sebelumnya.

20181006_073019

Tim Peduli Lombok UAD

Karena hunian sementara (HUNTARA) dipandang merupakan kebutuhan vital yang harus segera direalisasikan, maka salah satu bantuan yang diberikan UAD  berupa fasilitas ini. Secara simbolis, bantuan diserahkan melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB di ruang rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) untuk diimplementasikan dalam bentuk HUNTARA.

DP2_7468 copy

Penyerahan bantuan 20 HUNTARA bagi korban gempa dari Rektor UAD ke PWM NTB

Hari pertama rombongan UAD berkunjung ke dusun Lekok dan dusun Lading-lading. Kedua dusun di Lombok Utara ini menderita dampak gempa bumi sangat parah, banyak hunian warga yang runtuh rata dengan tanah, sehingga untuk sementara warga ditempatkan di tenda-tenda darurat yang disiapkan oleh  BNPB dan MDMC.

lekok-1

Beberapa lokasi hunian yang runtuh akibat gempa bumi di Dusun Lekok Kabupaten Lombok Utara

Agar masyarakat tetap istiqomah dalam menjalankan ibadahnya dan tetap semangat serta sabar dalam menerima musibah gempa bumi, setelah memberikan bantuan HUNTARA, rektor UAD memberikan motivasi kepada masyarakat dusun Lekok korban gempa.

rektor ntb 3

Rektor memberikan pesan-pesan kepada korban gempa Lombok

Menurut MDMC, HUNTARA merupakan bangunan sementara yang diperkirakan dapat bertahan fisiknya selama 2 tahun. Para korban gempa , masing-masing keluarga oleh MDMC ditempatkan ke dalam bangunan sementara ini, dan setelah 2 tahun mereka diharapkan dapat dipindah ke hunian permanen yang disiapkan oleh pemerintah.

huntara

Contoh HUNTARA yang dikembangkan oleh MDMC di Lombok

Selain itu, oleh karena bahan makanan pokok masih sangat dibutuhkan oleh para korban, mengiringi bantuan HUNTARA, UAD juga memberikan bantuan paket sembako sebanyak 500 paket.

 20181006_120507

Penyampaian paket sembako oleh Wakil Rektor I UAD untuk korban gempa di Dusun Lekok Kabupaten Lombok Utara

Gempa bumi di Lombok selain menghancurkan berbagai infrastruktur dan bangunan hunian warga, juga merusak fasilitas sekolah dari gedung sampai fasilitas belajar mereka. Melalui kesempatan ini, UAD juga menyampaikan bantuan paket peralatan sekolah kepada anak-anak sebanyak 500 paket dan  secara simbolik dilakukan oleh Wakil Rektor III UAD.

 20181006_120531(0)

Penyerahan secara simbolik paket peralatan sekolah untuk korban gempa di Lombok Utara oleh Wakil Rektor III UAD

Pada kesempatan berkunjung ke dusun Lading-lading, daerah selain Lokek dengan dampak gempa sangat parah, kami menjumpai  kerusakan yang begitu masif melanda daerah ini. Sebuah masjid yang semula berdiri megah, hantaman gempa telah meratakan bangunan ini dengan tanah. Agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadahnya, MDMC telah membangun masjid sementara di lokasi ini.

 Video evakuasi korban runtuhnya masjid di Lading-lading

masjid lading-lading

Masjid sementara Lading-lading yang dibangun MDMC digunakan untuk menerima rombongan UAD oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat

Selain itu, MDMC juga telah membangun beberapa HUNTARA dan mendirikan RS Lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di Lading-lading.

20181006_133209

RS Lapangan Lading-lading yang didirikan oleh MDMC dan LAZIZMU (saya bersama Ketua KPID NTB: Yusron Saudi, M.Pd.-Alumni Teknik Elektro UAD)

Selain membantu pengadaan HUNTARA, di Dusun Lading-lading UAD juga menyerahkan bantuan perangkat sekolah kepada warga khususnya anak-anak.

20181006_140355

Penyerahan secara sembolis perangkat sekolah kepada anak-anak Lading-lading korban gempa oleh Rektor UAD

UAD juga menerjunkan relawan mahasiswa psikososial yang bertugas mendampingi anak-anak agar mentalnya tetap terjaga, sehingga tetap memiliki motivasi yang tinggi untuk tetap bersekolah.

anak lading

Anak-anak korban gempa memperoleh pendampingan dari relawan psikososial mahasiswa UAD

Hari kedua, rombongan UAD berkunjung ke lokasi korban gempa di Kabupaten Lombok Timur. Kunjungan kami ke dusun Batuyang menemukan kondisi beberapa bangunan yang sangat parah dan salah satunya adalah amal usaha Muhammadiyah/Aisyiyah.

batuyang-1

Salah satu lokasi korban gempa di Batuyang Lombok Timur

Demikian pula ketika kami mengunjungi dusun Pohgading, situasi dan kondisinya sangat memprihatinkan, banyak hunian warga dan bangunan amal usaha Muhammadiyah yang roboh terkena dampak gempa bumi. Kehadiran rombongan UAD di kedua dusun tersebut masih terbatas memberikan bantuan sementara seperti HUNTARA, paket sembako dan peralatan sekolah anak-anak.

pohgading-2

Rombongan UAD bersama masyarakat Pohgading dan relawan psikososial sesaat setelah penyerahan bantuan korban gempa

Sebelum kembali ke Mataram, rombongan UAD diterima Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Propinsi NTB Yusron Saudi, M.Pd. (alumni Teknik Elektro UAD) di rumah orangtuanya di Dusun Pohgading Lombok Timur.

mampir rumah yusron

Singgah di homeland Ketua KPID Propinsi NTB

Dalam bincang-bincang ringan dan silaturahmi kami menemukan fakta ternyata ibunda dari Pak Yusron sudah 2 bulan lebih semenjak terjadinya gempa bumi, setiap malam tidur di dalam tenda di luar rumah, sehingga kami memberikan saran agar dapat kembali ke dalam rumah karena gempa sudah berkurang. Namun, malam harinya pukul 2 dinihari saat kami telah kembali ke Mataram, gempa kembali mengguncang Lombok Timur dengan 5,1 skala richter, sehingga kami mendengar ibu tersebut semakin tidak mau untuk kembali tidur di rumah. Fenomena trauma pasca gempa seperti ini masih melanda di sebagian masyarakat Lombok, oleh sebab itu peran relawan psikososial masih sangat diperlukan untuk mengkondisikan agar kehidupan masyarakat di sana normal kembali.

UAD Peduli Palu

Beberapa bulan setelah melanda pula Lombok, gempa bumi dengan dampak yang lebih besar (karena diikuti dengan tsunami) melanda Sulawesi khususnya di kota Palu, Donggala dan Sigi. Pada tanggal 24 sampai dengan 26 November 2018, pimpinan UAD bertolak ke lokasi gempa di Palu untuk memberikan bantuan.  Sebelum berangkat ke lokasi gempa, kami menugaskan terlebih dahulu Kepala Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Universitas Ahmad Dahlan (PSMPB-UAD) Ibu Dholina Inang Pambudi, M. Pd. untuk melakukan survei awal ke Palu mengidentifikasi lokasi-lokasi yang perlu kami kunjungi dan sekaligus berkoordinasi dengan ibu Dr. Rahmawati Husein dari MDMC dalam pengaturan penyampaian bantuan.

Setibanya di kota Palu, kami singgah terlebih dahulu di Universitas Muhammadiyah Palu untuk silaturahmi dan bincang-bincang tentang perkembangan PTM dan keadaan kampus pasca gempa dengan rektorat setempat. Selanjutnya kami menuju ke salah satu lokasi korban gempa yakni daerah Pantoloan yang menjadi salah satu sasaran binaan MDMC.

unismuh palu

Bersama rektorat UNISMUH Palu sebelum berkunjung ke lokasi gempa

Bantuan UAD untuk musibah gempa bumi di Palu diwujudkan dalam bentuk  biaya pembangunan HUNTARA sebanyak 20 buah, diserahkan oleh rektor UAD kepada perwakilan MDMC ibu Dr. Rahmawati Husein

pemberian bantuan

Penyerahan bantuan HUNTARA oleh rektor UAD kepada MDMC di Pantoloan Palu

Selama dalam perjalanan kami ke lokasi gempa, terlihat dampak gempa bumi dan tsunami di Palu sangat masif. Kami menjumpai sebuah kapal dengan tonase sangat besar terdampar di perairan dangkal, sebuah kapal penumpang mendarat di perkampungan, masjid yang tinggal menaranya saja dan satu-satunya bangunan yang utuh di sebuah perkampungan yang terkena gempa.

dampak gempa palu

Beberapa dampak gempa di Palu

Selain itu, masyarakat di sana khususnya anak-anak juga masih belum stabil keadaan mentalnya akibat trauma pasca bencana, oleh sebab itu, UAD juga mengirim relawan psikososial sebanyak 11 orang  dan relawan logistik dari mahasiswa sebanyak 3 orang selama dua bulan. Setiap setengah bulan sekali, secara bergantian UAD juga mengirim relawan apoteker dari unsur dosen.

20181128_045531 copy20181125_100731 copy20181125_101059 copy

Bersama relawan psikososial UAD dan anak-anak korban gempa di Pantoalan Palu

Mengakhiri kunjungan ke Palu, kami sempat singgah di lokasi terjadinya tsunami dengan dampak sangat parah. Tempat wisata di tepi pantai yang semula sangat asri dengan berdirinya masjid apung, hantaman tsunami telah meruntuhkan bangunan masjid sehingga bagian alasnya tenggelam ke pantai.

masjid apung 1 masjid apung 2

Tsunami mengancurkan fondasi  sehingga bangunan masjid apung runtuh ke laut (bersama WR 3-Dr. Abdul Fadlil, M.T., Kepala Kantor-Dr. Hadi Suyono, Kepala PSMPB-Dholina Inang Pambudi, M. Pd, dan staf Humas-Sule Subaweh)

Sekalipun bantuan yang diberikan oleh UAD tidak sebanding dengan besarnya penderitaan masyarakat korban gempa, namun kami berharap kepedulian ini dapat membangkitkan rasa empati di antara kita kepada para korban gempa dan sekaligus menumbuhkan spirit “migunani tumrap liyan” atau bermanfaat bagi sesama. Wallahu a’lam

Salam Tangguh UAD-MDMC-LAZIZMU.