Materi:

  • Resistor: sifat, kegunaan, jenis, cara membaca nilai resistor, pengukuran nilai resistor dengan multimeter
  • Kapasitor: sifat, kegunaan, jenis,
  • Induktor

30elkadaSebelum mempelajari sifat piranti-piranti elektronik serta mengkaji berbagai teori untuk keperluan analisis dan perancangan rangkaian elektronika analog, perlu dipelajari terlebih dahulu elektronika dalam praktek. Tujuan mempelajari aspek-aspek praktis dari elektronika agar kita dapat lebih mengenal piranti-piranti elektronika melalui kegiatan pengukuran.

Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi menghambat arus dalam suatu rangkaian listrik.

Sifat-sifat resistor:

  • Jika pada ujung-ujungnya dipasang tegangan, akan mengalirkan arus sebesar I=V/R
  • Dapat mengalirkan arus searah maupun bolak-balik
  • Dapat mengalirkan arus bolak-balik berfrekuensi tinggi maupun rendah.
  • Jika dua buah resistor R1 dan R2 disusun secara seri, maka nilai resistansi penggantinya adalah R1+R2 dan jika disusun secara paralel nilai resistansi penggantinya adalah R1.R2/(R1+R2).

Sebagai latihan, coba hitung nilai pengganti dari susunan resistor berikut ini dengan R1=R2=R3=R4=R5=20 ohm.

53elkada

Gambar 32 a. Berbagai Susunan Resistor

Untuk mengecek hasil hitungan anda terhadap nilai resistansi pengganti dari berbagai susunan resistor seperti pada gambar 32 a di atas, gunakan simlator berikut ini!

Simulasi sifat resistor:

31elkada

Gambar 32b. Simulasi Sifat Resistor

Terlihat bahwa untuk arus DC maupun AC resistor dapat mengalirkan arus sebesar V/R=10mA. Untuk arus AC frekuensi rendah yakni 1KHz maupun frekuensi tinggi 1MHz, resistor juga dapat mengalirkan arus.

Kegunaan Resistor:

  • Mengatur atau membatasi besarnya kuat arus yang lewat pada suatu rangkaian.
  • Membagi tegangan pada suatu rangkaian sehingga diperoleh suatu tegangan yang besarnya sesuai dengan kebutuhan.

32elkada

Gambar 33. Resistor Sebagai Pembatas Arus & Pembagi Tegangan

Gambar kiri: keadaan sebelum disisipi resistor, arus yang mengalir 2 mA, dan gambar kanan: keadaan setelah disisipi resistor arus berkurang menjadi 1 mA, dalam hal ini resistor sebagai pembatas arus. Sebelum disisipi resistor, hanya terdapat titik potensial A (20 V), setelah disisipi resistor terdapat titik B (10V), dalam hal ini resistor sbg pembagi tegangan.

Jenis resistor berdasarkan bahan pembuatnya dapat diklasifikasikan menjadi resistor karbon, resistor jenis film, dan resistor jenis lilit kawat (wirewound resistor).

(1) Resistor Karbon: resistor karbon terbuat dari campuran karbon dan bahan isolator. Nilai hambatannya tergantung pada perbandingan campuran antara kedua bahan itu. Pada saat ini resistor karbon jarang digunakan karena memiliki sifat-sifat yang kurang baik.

33elkada

Gambar 34. Struktur Resistor Karbon

2) Resistor Film: resistor jenis film terdiri atas 2 jenis: resistor film karbon dan resistor film logam.

Resistor film karbon paling banyak digunakan. Terbuat dari karbon yang dilapiskan pada batang isolator, dan nilai hambatannya ditentukan oleh tebal serta panjang lapisan karbon pada batang keramik. Untuk nilai hambatan yang tinggi, lapisan karbon dibuat berbentuk spiral.

Resistor film logam terbuat dari logam tertentu seperti nikel yang dilapiskan pada sebatang keramik. Resistor ini banyak digunakan pada alat-alat elektronika yang memerlukan ketelitian tinggi seperti pada rangkaian alat-alat ukur.

34elkada

Gambar 35. Struktur Resistor Film Logam

(3) Resistor Wirewound: resistor ini terbuat dari kawat nikelin atau manganin yang dililitkan pada bahan keramik atau porselin. Kemampuan menerima daya dari resistor ini lebih tinggi dari resistor film karbon maupun resistor film logam dan dapat mencapai beberapa ratus watt.

35elkada

Gambar 36. Resistor Wirewound

Berdasarkan nilai hambatannya: resistor tetap, resistor variabel.

(1) Resistor Tetap: merupakan resistor yang nilainya tetap.

36elkada

Gambar 37. Resistor Tetap

Cara membaca nilai resistor tetap:

Nilai resistansi resistor tetap dibaca dengan menggunakan kode warna.

37elkada

Gambar 38. Cara Membaca Nilai Resistor Tetap

Pita/cincin A: angka I, pita/cincin B: angka II, pita/cincin C: pengali, dan pita/cincin D: toleransi (emas: 5%, perak: 10%). Nilai dari warna yang terdapat pada pita A, B, C, dan D tersebut disajikan pada tabel kode warna berikut ini.

Tabel Warna Resistor:

38elkada

Contoh: Berapa nilai hambatan dari resistor berikut ini!

39elkada

Gambar 39. Contoh Cara Membaca Kode Warna Resistor

Kode tersebut dibaca dengan cara:

Pita A : cokelat, berarti angka I = 1

Pita B : hitam, berarti angka II = 0

Pita C : merah, berarti pengali = x100

Pita D : emas, berarti toleransi = 5%

40elkada

(2) Resistor Variabel: merupakan resistor yang memiliki nilai tidak tetap. Resistor ini dapat berupa wirewound atau karbon.

41elkada

42elkada

43elkada

Gambar 40. Resistor Variabel

Resistor variabel berdasarkan pengontrolnya: jenis kontrol geser dan jenis kontrol putar.

44elkada

Gambar 41. Resistor Variabel Berdasarkan Pengontrolnya

Resistor Variabel Dekade: pada resistor dekade ini, terdapat 5 buah pemutar yakni:

45elkada

Gambar 42. Resistor Dekade

  • Pemutar satuan: R=1 ohm s.d. 9 ohm
  • Pemutar puluhan: R=10 s.d. 90 ohm
  • Pemutar ratusan: R=100 s.d. 900 ohm
  • Pemutar ribuan: R=1000 s.d. 9000 ohm
  • Pemutar puluhan ribu: R=10000 s.d. 90000 ohm

Kelima pemutar tersebut dihubungkan secara seri. Dengan 5 pemutar tersebut resistor mampu menyediakan nilai resistansi 1 s.d. 99999 ohm. Contoh: jika ke lima tombol menunjuk angka 2, maka nilai resistansinya adalah 22222 ohm.

Rheostat: resistor variabel yang berfungsi untuk membatasi arus, dipasang seri dengan sumber tegangan dan beban.

46elkada

Gambar 43.  Rheostat Sebagai Pembatas Arus

Potensiometer: resistor variabel yang berfungsi untuk membagi tegangan, ujung-ujungnya dipasang paralel dengan sumber tegangan.

47elkada

Gamnbar 44. Potensiometer Sebagai Pembagi Tegangan

Gambardi  bawah ini, sebelah kiri adalah potensiometer yang dilengkapi dengan saklar ON-OFF, sedangkan gambar kanan adalah potensiometer kecil (trimmer potensiometer=trimpot). Nilai resistansi variabel diperoleh di antara kaki tengah dengan salah satu kaki pada ujung kiri/kanan, sedangkan di antara ujung-ujung kaki kanan dan kiri nilai resistansinya konstan.

48elkada

Gambar 45. Potensiometer dan Trimpot

Pengukuran Resistor Dengan Multimeter

Tempatkan posisi saklar pemilih ke arah yang bertanda , pilih jangkauan 10K. Hubungkan kedua pencolok, atur agar jarum menunjuk pada angka 0 sebelah kanan. Hubungkan kedua pencolok dengan ujung-ujung resistor. Baca penunjukan jarum ohmmeter pada skala, dan kalikan nilainya dengan jangkauan yang dipilih. Jika jarum menunjuk terlalu ke kanan, arahkan saklar pemilih ke jangkauan yang lebih rendah. Ingat, setiap memindah pemilih ke jangkauan baru lakukan langkah menolkan seperti gambar kiri atas.

49elkada

Gambar 46. Pengukuran Resistor Dengan Multimeter

Gambar 47. Contoh Multimeter

Pengukuran potensiometer dengan multimeter:

50elkada

Gambar 48. Pengukuran Potensiometer Dengan Multimeter

Jenis resistor lainnya: LDR, PTC, NTC.

LDR adalah resistor yang nilai hambatannya tergantung pada intensitas cahaya.

51elkada

Gambar 49. LDR

Resistor Tergantung Suhu: Terdapat dua jenis resistor ini yakni NTC (negative temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient).

52elkada

Gambar 50. PTC atau NTC

Kapasitor

Kapasitor atau kondensator adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik atau muatan listrik secara sementara.

Sifat-sifat kapasitor:

  • Dapat menyimpan dan mengosongkan muatan listrik
  • Tidak dapat mengalirkan arus searah
  • Dapat mengalirkan arus bolak-balik
  • Untuk arus bolak-balik berfrekuensi rendah, kapasitor dapat menghambat arus

Kegunaan kapasitor:

  • Tapis atau filter rangkaian penyearah
  • Kopel atau penggandeng dari satu tingkat ke tingkat berikutnya dalam rangkaian penguat
  • Komponen rangkaian pembangkit dan penala (tuning)


2 Comments

  1. makasih, moga di tampilkan lgi artikel yang sangat bermanfaat dalam kehidupan kita terutama elektronika

  2. #armin:
    syukurlah kalau tulisan ini bermanfaat, silahkan disebarluaskan kepada yang membutuhkan…sy coba nanti untuk menambah artikel2 berikutnya. …salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *