Gagas Laboratorium Virtual, Rektor
UAD Prof Muchlas Dikukuhkan Jadi
Guru Besar Ilmu Teknologi Kejuruan
| Radar Jogja | 1 Oktober 2023 |
FLEKSIBEL: Rektor UAD Muchlas saat dikukuhkan menjadi guru besar di
Amphitarium Kampus UAD Jogja. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
JOGJA - Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Profesor
Muchlas dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Teknologi
Kejuruan, pada Sabtu (30/9/2023). Muchlas mengagas pembelajaran
melalui laboratorium virtual.
Dalam orasinya, Muchlas menerangkan kurangnya dana operasional
menjadi salah satu masalah yang dihadapi dalam pendidikan teknik
dan vokasi.
Di sisi lain, perkembangan teknologi menjadi ekosistem pendidikan
yang tidak bisa jika tidak diikuti.
"Praktik menggunakan laboratorium virtual dapat memberikan
fleksibilitas ruang dan waktu, efisiensi pembelajaran yang tinggi dan
peningkatan hasil belajar," ujarnya.
Pihaknya telah memulai transformasi pendidikan teknik dan vokasi
melalui pengembangan laboratorium virtual sekitar 20 tahun yang
lalu.
Perkembangan teknologi simulator digital saat itu belum sepesat
sekarang. Pada saat itu tidak mudah. "Proses pengembangan
laboratorium virtual di dua dekade yang lalu memang penuh dengan
tantangan.
Selain masih sedikitnya simulator yang tersedia, juga orientasi
teknologi jaringan komputer khususnya internet belum banyak
disematkan pada simulator yang dikembangkan," paparnya.
Pada 2003, ditemukan perangkat lunak DSCH2 sebuah simulator
digital yang dibangun oleh Etienne Sicard dari Institut Nasional Sains
Terapan, Toulouse, Perancis.
2
Dengan menggunakan korespondensi email kepada pengembang
maka pihaknya diizinkan menggunakan simulator tersebut.
"Sampai hari ini laboratorium ini masih terus beroperasi untuk
mendukung praktik di program studi teknik informatika. Selama 20
tahun beroperasi, laboratorium virtual yang kami kembangkan telah
melayani lebih dari 3.372 mahasiswa," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan tujuh tahun sebelum pandemi Covid-19,
pihaknya sudah mengembangkan laboratorium virtual yang bisa
diakses secara online.
Pada saat itu, kesulitan yang dihadapi ialah masih kurangnya aplikasi
simulator digital pendukung laboratorium virtual.
"Melalui rekayasa tertentu, akhirnya kami berhasil membangun
laboratorium virtual yang bersifat online. Aplikasi learning
management system (LMS) dari Moodle kami gunakan sebagai
platform pengelolaan praktik," jelasnya.
Namun ada persoalan yang harus dihadapi. Di satu sisi ingin
simulator dapat diakses secara online. Namun, di sisi lain simulator
yang tersedia berupa aplikasi desktop yang hanya dapat beroperasi
pada mode stand alone.
Sehingga diperlukan modul open desktop pada LMS untuk meng
online-kan simulator. Namun modul ini juga belum tersedia.
Keterbatasan resources tersebut diatasi dengan menggabungkan
aplikasi desktop dengan aplikasi remote access. Pada saat itu,
digabungkan antara aplikasi breadboard simulator dengan aplikasi
Team Viewer.
3
"Kami tidak membayangkan tujuh tahun setelah model praktik ini
kami ciptakan, dunia dilanda pandemi Covid, di mana semua
pembelajaran baik di kelas maupun laboratorium diarahkan
berlangsung secara online," jelasnya.
"Pada masa pandemi ternyata model praktik online yang kami
ciptakan sangat berguna sebagai sarana praktik online," imbuhnya.
(lan)
4