Rektor Universitas Ahmad Dahlan
(UAD), Dr. Muchlas MT, Resmi
Menyandang Gelar Guru Besar
Bidang Pendidikan Teknologi
Kejuruan
| Kaldera News | 1/10/2023 |
Reporter: JS de Britto
YOGKAYAKARTA, KalderaNews.com Rektor Universitas
Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Ketua Majelis Pustaka Informasi
PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas MT, secara resmi dikukuhkan
sebagai guru besar dalam Ilmu Pendidikan Teknologi Kejuruan di
Amphitarium Gedung Utama Kampus 4 UAD pada Sabtu, 30
September 2023.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, hadir langsung
dalam acara pengukuhan ini dan memberikan selamat atas
prestasi akademis tertinggi yang diraih oleh Prof. Muchlas MT.
Haedar juga memberikan apresiasi terhadap pencapaian sebagai
guru besar yang konsisten.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Muchlas MT membahas bidang Ilmu
Pendidikan Teknologi Kejuruan, dan Haedar mengungkapkan
kekagumannya terhadap keahlian dan penguasaan Muchlas
dalam teknik vokasi.
Haedar berharap bahwa teknologi, melalui pengukuhan ini, dapat
tetap bersinergi dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Haedar mengakui bahwa orasi ilmiah Muchlas memberikan
harapan bahwa kehadiran kecerdasan buatan (AI) tidak perlu
menjadi sumber ketakutan.
Sebagai Guru Besar Sosiologi, Haedar juga terkesan dengan
kontribusi UAD dalam dunia akademik, terutama dalam bidang
teknologi, seperti proyek rudal yang diproduksi oleh Laboratorium
Cirnov UAD.
2
Haedar Nashir mendorong perguruan tinggi
Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) lain untuk memperkuat
identitasnya sendiri. Ia berharap bahwa guru-guru besar dan
doktor akan menjadi agen perubahan yang strategis untuk
memajukan bangsa.
Sementara itu, Prof. Muchlas MT menyampaikan rasa terima
kasihnya atas dukungan dari semua pihak, terutama keluarganya,
dalam perjalanan akademisnya.
Dalam orasinya, Prof. Muchlas MT membahas transformasi
pendidikan di era industri 5.0 dengan fokus pada “Transformasi
Pendidikan Teknik dan Vokasi di Era Industri 5.0 Melalui
Pengembangan Laboratorium Virtual.”
Ia menekankan bahwa kebutuhan pasar kerja terhadap lulusan
pendidikan teknik dan vokasi di seluruh dunia mendorong
lembaga pendidikan untuk memperkuat keterampilan lunak
mahasiswanya, terutama di era Industri 5.0.
Menurutnya, pekerja sekarang dituntut memiliki keterampilan
Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) untuk
menghadapi teknologi canggih di era Industri 5.0.
Pendidikan harus fokus pada sustainability, resiliensi, dan
human-centricity, yaitu menempatkan manusia sebagai inti dari
revolusi industri.
Sementara teknologi digital membawa disrupsi dalam pendidikan,
itu juga memberikan peluang untuk menjawab tantangan
tersebut.
3
Muchlas menyadari bahwa teori-teori belajar yang telah menjadi
mainstream tidak lagi memadai, sehingga diperlukan teori baru
yang dapat mencerminkan prinsip dan proses pendidikan sesuai
dengan lingkungan sosial saat ini.
Ia pun menggarisbawahi bahwa penyelenggaraan pendidikan
teknik dan vokasi, terutama yang bersifat swasta atau mandiri,
menghadapi kesulitan dalam memenuhi fasilitas laboratorium
yang memadai. Ini menuntut transformasi holistik agar pendidikan
ini dapat berjalan baik dan memenuhi tuntutan pekerjaan yang
semakin kompleks.
Laboratorium Virtual
Muchlas menyoroti peran laboratorium virtual dalam transformasi
ini, yang telah ia kembangkan selama dua dekade. Laboratorium
virtual ini, mulai dari pembelajaran sistem digital hingga simulasi
mesin listrik berdaya tinggi, menjadi kunci dalam mendukung
pembelajaran teknik kejuruan.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, Muchlas mulai
mempertimbangkan model praktik berbasis simulator digital
secara online pada tahun 2013, tujuh tahun sebelum pandemi.
Laboratorium virtual yang awalnya dikembangkan olehnya
menjadi sangat bermanfaat selama masa pandemi, di mana
pembelajaran online menjadi norma.
4
Muchlas menunjukkan bahwa keberadaan laboratorium virtual
sangat penting karena pembelajaran dengan piranti analog
terkesan rumit, dan kebutuhan akan laboratorium virtual
elektronika dasar semakin besar dalam mendukung
pembelajaran online.
Tujuan utama laboratorium virtual adalah menciptakan
lingkungan pembelajaran modern yang memudahkan subjek
belajar memperoleh pengetahuan sesuai karakter atau Personal
Learning Environment (PLE).
UAD Kini Punya 11 Guru Besar
Muchlas mengusulkan agar Muhammadiyah, khususnya Majelis
Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang),
membangun laboratorium virtual untuk semua disiplin ilmu
keteknikan dan vokasi, dapat diakses oleh semua dosen dan
mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
(PTMA).
Melalui kerjasama dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI)
PP Muhammadiyah, yang sedang membangun portal untuk
SuperApp Gerbangmu, laboratorium virtual ini diharapkan dapat
menjadi bagian dari SuperApp Muhammadiyah sebagai langkah
awal transformasi pendidikan teknik dan vokasi di lingkungan
Muhammadiyah dan Indonesia.
5
Dengan pengangkatan Muchlas MT sebagai guru besar, UAD kini
memiliki sebanyak 11 guru besar. Harapannya, akan terus ada
peningkatan jumlah guru besar dari instansi pendidikan
Muhammadiyah.
Prof. Marsudi Triatmodjo, Ketua BPH UAD, menyatakan bahwa
saat ini sudah ada 4 guru besar lain yang telah mendapatkan SK
dari Kemendikbudristek. Selain Haedar Nashir, beberapa tokoh
penting dari Muhammadiyah juga turut hadir dalam acara ini.
6