bendera singapore newSingapura, 26-28 Maret 2013 — Perjalanan akademik ke Singapura pada 26–28 Maret 2013 memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memperkaya wawasan mengenai pembelajaran di bidang pendidikan teknik dan vokasi. Pada kesempatan tersebut saya mengikuti rangkaian kegiatan konferensi dan kuliah yang disampaikan oleh Prof. Johan Malmqvist, salah seorang penggagas pendekatan CDIO (Conceive, Design, Implement, Operate), bertempat di School of Digital Media and Infocomm Technology, Singapore Polytechnic.

Pendekatan CDIO merupakan salah satu model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan teori dengan pengalaman merancang, membangun, mengimplementasikan, hingga mengoperasikan suatu produk atau sistem secara utuh. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan ini berkembang luas dan menjadi salah satu rujukan penting bagi pendidikan teknik di berbagai negara, khususnya pada pendidikan vokasi seperti politeknik dan program diploma.

Selama mengikuti kegiatan tersebut, saya memperoleh kesempatan mendengarkan langsung penjelasan Prof. Johan Malmqvist mengenai filosofi, desain kurikulum, serta strategi implementasi CDIO. Pengalaman belajar langsung dari salah satu perintisnya memberikan pemahaman yang jauh lebih utuh dibandingkan sekadar mempelajari konsep tersebut melalui berbagai publikasi ilmiah.

Ceramah Prof. Johan Malmqvist tentang CDIO di Singapore Polytechnic

Di sela-sela kegiatan konferensi, saya juga berkesempatan mengunjungi Laboratorium Robotika Singapore Polytechnic, salah satu fasilitas yang menjadi pendukung utama implementasi CDIO. Laboratorium tersebut dirancang agar mahasiswa dapat mengalami seluruh tahapan pembelajaran mulai dari merancang, membuat, menguji, hingga mengoperasikan sistem yang dikembangkan. Kunjungan ini semakin menegaskan bahwa keberhasilan penerapan CDIO tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga memerlukan dukungan fasilitas laboratorium yang memadai sehingga mahasiswa dapat belajar melalui pengalaman nyata (experiential learning).

Bersama Prof. Sarbiran, Ph.D. di lab Robotika Singapore Polytechnic

Bagi saya, pendekatan CDIO memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan salah satu prinsip pendidikan vokasi yang dikemukakan oleh Charles A. Prosser, yaitu bahwa apa yang diajarkan dalam pendidikan vokasi harus menggunakan cara kerja, prosedur, dan peralatan yang sama dengan yang digunakan di dunia usaha dan dunia industri (same ways, same procedures, same tools). Melalui pendekatan seperti inilah proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi juga membentuk kompetensi profesional yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Saya juga berkesempatan berdiskusi dan bertukar pandangan bersama para akademisi dari berbagai negara Asia Tenggara yang hadir dalam konferensi tersebut. Interaksi tersebut membuka wawasan mengenai berbagai praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan teknik sekaligus memperluas jejaring akademik yang sangat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

 

Bersama peserta Konferensi CDIO dari negara-negara Asia Tenggara

Perjalanan singkat ke Singapore Polytechnic ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa pengembangan pendidikan vokasi harus dibangun di atas sinergi antara kurikulum yang relevan, dosen yang adaptif, serta fasilitas pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman kerja yang autentik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu inspirasi dalam mendorong pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia agar semakin dekat dengan praktik profesional dan kebutuhan industri.

Salam Pendidikan Vokasi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *