Riyadh, Arab Saudi, 2-3 Desember 2025 — Perjalanan ke Arab Saudi bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, dan rombongan Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik di tingkat internasional. Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah melakukan penjajakan kerja sama dengan dua perguruan tinggi Islam terkemuka di sana, yaitu Universitas Umm Al-Qura di Makkah dan Islamic University of Madinah.

Di Universitas Umm Al-Qura (02-12-2025), rombongan berdiskusi mengenai peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program akademik yang saling menguatkan. Sebagai salah satu universitas terkemuka di dunia Islam, Umm Al-Qura memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman sekaligus berbagai disiplin ilmu modern.

Delegasi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Rektor PTMA, dari kiri ke kanan: Rektor UNIMMA, UMSU, UMS, Majelis Diktilitbang, UMM, Bendahara Umum, UMY, UMSIDA, UHAMKA, UNISA, dan UAD

Agenda berikutnya dilanjutkan dengan kunjungan ke Islamic University of Madinah (03-12-2025). Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan. Berbagai peluang kerja sama dibahas, mulai dari penguatan jejaring akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan riset bersama yang diharapkan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Bersama mahasiswa Indonesia dan PCIM Arab Saudi di depan Perpustakaan Universitas Islam Madinah

Bagi saya, perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Membersamai Prof. Dr. Haedar Nashir dan para pimpinan PTMA memperlihatkan secara nyata bagaimana diplomasi pendidikan dijalankan melalui dialog, saling menghargai, dan semangat membangun kemitraan yang setara. Kunjungan ini juga semakin meneguhkan keyakinan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya kerja sama yang terjalin, tetapi juga dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem ilmu pengetahuan yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Riyadh, Saudi Arabia, 1 Desember 2025 — Perjalanan ke Arab Saudi kali ini menjadi pengalaman yang sarat makna. Saya berkesempatan mendampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. bersama rombongan para Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) dalam rangka memperkuat silaturahmi dan membangun jejaring kerja sama dengan sejumlah institusi strategis di Kerajaan Arab Saudi.

Agenda pertama diawali dengan silaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Pertemuan ini menjadi ruang dialog mengenai peran Muhammadiyah dan PTMA dalam memperkuat hubungan Indonesia–Arab Saudi, khususnya di bidang pendidikan tinggi, dakwah, dan pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran KBRI menjadi jembatan penting bagi berbagai inisiatif kolaborasi yang membawa manfaat bagi kedua negara.

Delegasi PP Muhammadiyah diterima Kedubes RI di Riyadh

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Sekretariat Jenderal Rabithah Alam Islami (Muslim World League). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan. Berbagai isu mengenai penguatan moderasi Islam, kerja sama pendidikan, pengembangan riset, hingga kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan global menjadi bagian dari diskusi yang produktif. Bagi Muhammadiyah, dialog ini semakin mempertegas komitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan.

Agenda berikutnya adalah silaturahmi ke Kantor King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief), lembaga kemanusiaan internasional yang dikenal aktif memberikan bantuan bagi berbagai negara yang terdampak bencana dan konflik. Pertemuan ini membuka ruang pembahasan mengenai peluang sinergi dalam bidang kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Semangat kolaborasi yang dibangun menunjukkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas negara. Pertemuan dilakukan secara terbatas antara Ketua Umum PP Muhammadiyah dan pihak KSrelief.

Bagi saya pribadi, perjalanan ini bukan sekadar kunjungan kelembagaan, melainkan kesempatan berharga untuk belajar secara langsung mengenai pentingnya membangun jejaring internasional yang dilandasi nilai-nilai persaudaraan, kepercayaan, dan kemanfaatan. Membersamai Prof. Dr. Haedar Nashir serta para pimpinan PTMA memberikan inspirasi bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai duta peradaban yang aktif menjalin kolaborasi global demi kemajuan umat dan kemanusiaan.

Nanning, Tiongkok, 20 November 2024 — Ada momen dalam perjalanan akademik yang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menghadirkan rasa syukur atas amanah yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Salah satu momen itu saya alami saat berkunjung ke Guangxi Minzu University, Nanning, Republik Rakyat Tiongkok. Dalam kunjungan tersebut, saya memperoleh kehormatan menerima Anugerah Profesor Kehormatan dari Guangxi Minzu University. Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh President of Guangxi Minzu University, Prof. Wei Shizhen, dalam sebuah prosesi yang berlangsung hangat dan penuh penghormatan.

Pemberian Anugerah Profesor Kehormatan oleh Presiden Guangxi Minzu University Tiongkok Prof. Wei Shizhen

Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan terhadap perjalanan akademik pribadi. Lebih dari itu, penghargaan ini merupakan simbol kepercayaan terhadap pentingnya membangun kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemajuan ilmu pengetahuan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang melampaui batas negara.

Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Wei Shizhen beserta seluruh pimpinan Guangxi Minzu University atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan. Semoga persahabatan yang telah terjalin dapat terus berkembang menjadi kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.

Salam Persahabatan Dunia

Nanning, Tiongkok, 21 November 2024 — Di sela kunjungan akademik ke Tiongkok, saya berkesempatan menghadiri sebuah agenda penting yang menjadi tonggak keberlanjutan hubungan internasional antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Guangxi Medical University (GXMU). Dalam kesempatan tersebut, saya menandatangani perpanjangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama President of Guangxi Medical University, Prof. Zeng Zhiyu.

Penandatanganan ini bukan sekadar memperbarui dokumen kerja sama, melainkan menegaskan komitmen kedua institusi untuk terus mengembangkan kolaborasi akademik yang telah terjalin dengan baik selama beberapa tahun terakhir.

Bersama Rektor (Prof. Zeng Zhiyu) dan Pimpinan GXMU Sesaat Setelah Penandatanganan Perpanjangan MoU

Berbagai program telah berhasil diwujudkan melalui kemitraan ini. Di antaranya adalah penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar), publikasi ilmiah bersama (joint publication), penelitian kolaboratif (joint research), serta program visiting professor yang mempertemukan para akademisi dari kedua universitas dalam semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Saya meyakini bahwa kerja sama internasional yang berkelanjutan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Pertukaran gagasan, kolaborasi riset, dan mobilitas akademisi tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global, khususnya di bidang kesehatan, sains, dan teknologi.

Bagi Universitas Ahmad Dahlan, kemitraan dengan Guangxi Medical University merupakan bagian dari upaya membangun jejaring internasional yang produktif dan saling menguatkan. Saya berharap, perpanjangan MoU ini akan melahirkan lebih banyak program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas.

Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Prof. Zeng Zhiyu beserta seluruh jajaran pimpinan Guangxi Medical University atas kepercayaan, persahabatan, dan komitmen yang terus dipelihara. Semoga hubungan baik ini semakin erat dan menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas negara dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Salam Persahabatan Dunia

Abu Dhabi–Sharjah, Uni Emirat Arab, 5-7 Februari 2024 — Memanfaatkan kesempatan, di sela-sela membersamai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam rangka menghadiri rangkaian kegiatan Zayed Award for Human Fraternity 2024, saya bersama beberapa rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) memanfaatkan waktu untuk memperluas jejaring kerja sama internasional.

Bersama Rektor UM Purwokerto (Prof. Jebul Suroso), UHAMKA (Prof. Gunawan Suryoputro), UM Sumatera Utara (Prof. Agussani), dan UNISA (Dr. Warsiti), Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Bambang Setyaji, kami melakukan penjajakan kerja sama dengan Khalifa University di Abu Dhabi. Universitas riset yang dikenal memiliki reputasi internasional di bidang sains, teknologi, dan rekayasa tersebut menjadi mitra potensial bagi PTMA dalam mengembangkan kolaborasi akademik berbasis inovasi. Kami ditemui oleh Prof. Mahmoud Al Qutayri, menjabat sebagai Associate Provost bidang Operasi Akademik di Khalifa University.

Ditemui Prof. Mahmoud Al Qutayri (Associate Provost bidang Operasi Akademik Khalifa University), sekaligus profesor bidang teknik elektro dan komputer

Dalam pertemuan tersebut, salah satu peluang yang mengemuka adalah pengembangan penelitian bersama (joint research), khususnya pada bidang-bidang teknologi yang menjadi kekuatan Khalifa University sekaligus relevan dengan kebutuhan pembangunan di Indonesia. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan semangat untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Bagi saya, kerja sama internasional tidak semata diukur dari banyaknya nota kesepahaman yang ditandatangani, tetapi dari sejauh mana kolaborasi tersebut mampu menghasilkan penelitian yang berdampak, memperkuat kapasitas dosen dan peneliti, serta memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Keesokan harinya, saya kembali bergabung dengan rombongan Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk melakukan kunjungan ke Al Qasimia University (AQU) di Kota Sharjah, Uni Emirat Arab. Universitas yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sheikh Dr. Sultan bin Muhammad Al-Qasimi ini berada di kawasan University City of Sharjah, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan di wilayah tersebut.

Delegasi Ketua Umum PP Muhammadiyah diterima Pimpinan AQU di Kampus Sharjah, UEA

Kunjungan ke Al Qasimia University memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam mampu berkembang menjadi institusi modern yang memiliki orientasi internasional. Selain memiliki mahasiswa dari berbagai negara, universitas ini juga aktif membangun jejaring kerja sama akademik dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di dunia.

Bagi Muhammadiyah dan PTMA, kunjungan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan perguruan tinggi, internasionalisasi pendidikan, pengembangan riset, serta penguatan nilai-nilai Islam yang moderat dalam kehidupan akademik. Saya melihat adanya banyak titik temu yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kolaborasi di masa mendatang.

Perjalanan ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari jejaring internasional yang dibangun atas dasar saling percaya, saling belajar, dan saling memberikan manfaat. Di era ketika ilmu pengetahuan berkembang tanpa mengenal batas geografis, kolaborasi menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar pilihan.

Semoga berbagai ikhtiar yang dilakukan selama kunjungan ke Abu Dhabi dan Sharjah ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara PTMA dengan perguruan tinggi di Uni Emirat Arab, sehingga mampu melahirkan inovasi, penelitian bersama, dan pengembangan sumber daya manusia yang memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Salam Persahabatan Dunia