Nanning, Tiongkok, 20 November 2024 — Ada momen dalam perjalanan akademik yang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menghadirkan rasa syukur atas amanah yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Salah satu momen itu saya alami saat berkunjung ke Guangxi Minzu University, Nanning, Republik Rakyat Tiongkok. Dalam kunjungan tersebut, saya memperoleh kehormatan menerima Anugerah Profesor Kehormatan dari Guangxi Minzu University. Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh President of Guangxi Minzu University, Prof. Wei Shizhen, dalam sebuah prosesi yang berlangsung hangat dan penuh penghormatan.
Pemberian Anugerah Profesor Kehormatan oleh Presiden Guangxi Minzu University Tiongkok Prof. Wei Shizhen
Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan terhadap perjalanan akademik pribadi. Lebih dari itu, penghargaan ini merupakan simbol kepercayaan terhadap pentingnya membangun kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemajuan ilmu pengetahuan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang melampaui batas negara.
Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Wei Shizhen beserta seluruh pimpinan Guangxi Minzu University atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan. Semoga persahabatan yang telah terjalin dapat terus berkembang menjadi kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.
Nanning, Tiongkok, 21 November 2024 — Di sela kunjungan akademik ke Tiongkok, saya berkesempatan menghadiri sebuah agenda penting yang menjadi tonggak keberlanjutan hubungan internasional antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Guangxi Medical University (GXMU). Dalam kesempatan tersebut, saya menandatangani perpanjangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama President of Guangxi Medical University, Prof. Zeng Zhiyu.
Penandatanganan ini bukan sekadar memperbarui dokumen kerja sama, melainkan menegaskan komitmen kedua institusi untuk terus mengembangkan kolaborasi akademik yang telah terjalin dengan baik selama beberapa tahun terakhir.
Bersama Rektor (Prof. Zeng Zhiyu) dan Pimpinan GXMU Sesaat Setelah Penandatanganan Perpanjangan MoU
Berbagai program telah berhasil diwujudkan melalui kemitraan ini. Di antaranya adalah penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar), publikasi ilmiah bersama (joint publication), penelitian kolaboratif (joint research), serta program visiting professor yang mempertemukan para akademisi dari kedua universitas dalam semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Saya meyakini bahwa kerja sama internasional yang berkelanjutan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Pertukaran gagasan, kolaborasi riset, dan mobilitas akademisi tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global, khususnya di bidang kesehatan, sains, dan teknologi.
Bagi Universitas Ahmad Dahlan, kemitraan dengan Guangxi Medical University merupakan bagian dari upaya membangun jejaring internasional yang produktif dan saling menguatkan. Saya berharap, perpanjangan MoU ini akan melahirkan lebih banyak program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas.
Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Prof. Zeng Zhiyu beserta seluruh jajaran pimpinan Guangxi Medical University atas kepercayaan, persahabatan, dan komitmen yang terus dipelihara. Semoga hubungan baik ini semakin erat dan menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas negara dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Prosesi Pelantikan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Masa Jabatan 2023–2027 Prof. Dr. Muchlas, M.T. (kanan) oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (Dok. Humas dan Protokol UAD)
Pelantikan rektor baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. berlangsung di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD pada Senin, 9 Oktober 2023. Prof. Dr. Muchlas, M.T. resmi dilantik menjadi rektor UAD untuk masa jabatan 2023-2027.
Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan ‘Aisyiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., L.L.M. beserta jajarannya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. beserta seluruh jajaran wakil rektor, pejabat struktural di lingkungan UAD, serta tamu undangan.
Prof. Muchlas dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), UAD berupaya untuk meneguhkan identitas dirinya sebagai perguruan tinggi yang memiliki fungsi dakwah dan kaderisasi Muhammadiyah. Selama 4 tahun ke depan, proyeksi anggaran untuk AIK akan direncanakan naik secara gradatif.
Pembelajaran dan sertifikasi AIK tahsinul Qur’an serta tradisi tadarus Al-Qur’an akan ditingkatkan terus kualitasnya, Pesantren Mahasiswa Ahmad Dahlan dan Islamic Center UAD yang telah berfungsi efektif sebagai media internalisasi ideologi Muhammadiyah, dan perkaderan juga akan terus dikelola lebih profesional dan dikembangkan ke arah pusat perkaderan yang representatif.
Selain itu, pembinaan mahasiswa melalui organisasi otonom di UAD yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS) dengan serangkaian program kaderisasinya akan terus ditingkatkan intensitasnya, Baitul Arqam (BA) bagi mahasiswa, juga pegawai dan pejabat struktural yang ditunaikan dalam beberapa waktu terakhir akan diintensifkan pelaksanaannya baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
“Berharap dalam 4 tahun ke depan program BA bagi pegawai dan pejabat struktural di UAD dapat rutin dilaksanakan 1 kali dalam 1 tahun, sedangkan BA untuk mahasiswa dapat dilaksanakan 2 kali dalam 1 tahun. Selain itu, UAD akan terus mendorong pegawainya untuk aktif dalam kegiatan persyarikatan baik di tingkat pusat maupun ranting,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prof. Muchlas juga menyampaikan bahwa UAD terus berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia. Program peningkatan jabatan akademik dosen terus ditingkatkan melalui pembinaan yang akan dilakukan secara intensif, sehingga pada tahun 2027 nanti ditargetkan akan memiliki 135 lektor kepala dan 79 guru besar. “UAD akan terus menjalankan tata kelola perguruan tinggi yang baik atau good university governance,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas Kepala LLDikti Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Prof. Muchlas yang telah terpilih dan dilantik sebagai rektor UAD. Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan dalam mengemban amanah yang diberikan untuk memimpin UAD selama periode 2023 hingga 2027.
“Tentunya kami juga berharap UAD akan terus menguatkan komitmen dan jalinan kebersamaan, saling bahu membahu dengan seluruh sivitas akademika dalam membangun universitas ini untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan inovatif, serta mengabdi kepada kepentingan bangsa dan umat manusia yang dijiwai nilai-nilai Islam,” tuturnya.
Haedar Nasir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengucapkan terima kasih kepada UAD dan seluruh PTMA yang dengan seluruh kerja keras dan pengkhidmatannya memajukan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Sebab, telah membawa persyarikatan ini menjadi organisasi Islam yang bukan hanya modern berkemajuan tetapi juga menjadi unggul serta kebanggaan umat dan bangsa.
Haedar juga mengapresiasi pada kerja-kerja yang strategis dari UAD dan insyaallah 4 tahun ke depan akan menjadi lebih baik lagi. Ada 2 misi Muhammadiyah yaitu dakwah dan tajdid. Jadi, untuk AIK UAD diharapkan tidak hanya untuk misi dakwah dan perkaderan saja, tetapi ditambah juga dengan tajdid.
Tak lupa Haedar menyampaikan bahwa dalam kepemimpinan ia berharap Prof. Muchlas bisa menciptakan ekosistem kepemimpinan di PTMA yang bagus. Dalam teori baru kepemimpinan itu disampaikan bahwa cabang dari kepemimpinan transformatif selain mampu mengagendakan perubahan, perencanaan masa depan dan memobilisasi potensi itu masih ada 2 aspek lagi yaitu kemampuan untuk melahirkan orang-orang di sekitarnya menjadi pemimpin, termasuk umatnya menjadi lebih meningkat.
“Jadi, pemimpin yang baik bisa melahirkan pemimpin yang lebih banyak dari dirinya. Kemudian aspek lainnya ialah kemampuan memberdayakan organisasi. Hal ini baik untuk persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah,” sambungnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si. dan seluruh tamu undangan dipersilakan untuk memberikan selamat kepada Prof. Muchlas yang telah resmi dilantik menjadi rektor UAD masa jabatan 2023-2027.
Prosesi Pelantikan Rektor
Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Pelantikan Rektor
Pada 30 September 2023, saya dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Teknologi Kejuruan oleh Senat Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Telah menjadi tradisi akademik di UAD, setiap guru besar yang akan dikukuhkan oleh senat wajib menyampaikan pidato pengukuhan. Saya menyampaikan pidato tersebut dengan judul “Transformasi Pendidikan Teknik dan Vokasi di Era Industry 5.0 Melalui Pengembangan Laboratorium Virtual”.
Garis besar isi pidato guru besar saya mencakup:
~ Tantangan Industry 5.0
~ Transformasi Teori Belajar
~ Mengapa Perlu Bergeser ke Laboratorium Virtual?
~ Merintis Pembangunan Laboratorium Virtual
~ Membangun Mesin Virtual Sistem Komputer
~ Menciptakan Model Praktik Online Teknik Digital
~ Menciptakan Simulator Mesin Listrik Berdaya Tinggi
~ Menciptakan Simulator Sistem Kendali Cerdas
~ Membangun Laboratorium Virtual Elektronika Dasar