bendera turkiIstanbul, Turki, 6-7 Juni 2014 — Pada 6–7 Juni 2014 saya mendapat amanah dari Rektor Universitas Ahmad Dahlan untuk mewakili UAD dalam delegasi APTISI Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta yang melakukan kunjungan kerja ke Fatih University, Istanbul, Turki. Delegasi terdiri atas perwakilan beberapa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta bersama Koordinator KOPERTIS Wilayah V DIY dengan tujuan memperkuat jejaring kerja sama akademik sekaligus mempelajari perkembangan pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Sebelum agenda penjajakan kerja sama dan penandatanganan nota kesepahaman, seluruh delegasi mengikuti International Congress on Trends in Higher Education (ICTHE 2014) yang diselenggarakan oleh Fatih University. Kongres ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara yang mewakili lima benua—Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika—sehingga menjadi forum yang sangat kaya untuk bertukar gagasan mengenai arah perkembangan pendidikan tinggi dunia.

Meskipun mengangkat tema besar academic entrepreneurship, pembahasan kongres ternyata jauh lebih luas. Berbagai isu strategis yang saat itu mulai menjadi perhatian perguruan tinggi di dunia dikaji secara komprehensif, mulai dari pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, inovasi pembelajaran, pengelolaan konten digital, digital learning, pendidikan jarak jauh, dan infrastruktur pendidikan, hingga kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Selain itu, dibahas pula tanggung jawab sosial universitas, internasionalisasi pendidikan tinggi, jejaring inovasi, keberagaman budaya, tata kelola perguruan tinggi, pembiayaan pendidikan tinggi, pengelolaan sumber daya, serta visi universitas masa depan.

Mengikuti kongres tersebut memberikan perspektif baru bahwa perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai motor inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan masyarakat. Universitas dituntut mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

International Congress on Trends in Higher Education (ICTHE 2014) di Fatih University Turki

Bagi saya, salah satu pelajaran paling berharga dari kongres ini adalah semakin pentingnya pengembangan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. Pendidikan kewirausahaan tidak semata-mata bertujuan mencetak wirausahawan, tetapi juga membentuk karakter inovatif, kemandirian, kemampuan memecahkan masalah, kepemimpinan, dan berbagai soft skills yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting agar lulusan perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi.

Pelajaran lain yang tidak kalah penting adalah perlunya pemanfaatan teknologi informasi secara lebih luas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Teknologi tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga menjadi fondasi bagi tata kelola universitas yang lebih efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan akademik.

Perjalanan akademik ke Fatih University ini semakin memperkaya wawasan saya mengenai arah transformasi pendidikan tinggi dunia. Banyak gagasan yang diperoleh dari kongres tersebut kemudian menjadi inspirasi dalam pengembangan Universitas Ahmad Dahlan, khususnya dalam memperkuat budaya inovasi, kewirausahaan, kolaborasi internasional, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Salam persahabatan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *