bendera turkiIstanbul, Turki, 6-7 Juni 2014 — Hari kedua kunjungan akademik di Istanbul diisi dengan agenda yang menjadi tujuan utama perjalanan ini, yaitu penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara APTISI Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fatih University, Turki. Setelah sehari sebelumnya mengikuti International Congress on Trends in Higher Education (ICTHE 2014), kini saatnya berbagai gagasan yang telah didiskusikan mulai diterjemahkan ke dalam bentuk komitmen kerja sama antarinstitusi.

Ada kesan yang berbeda dari prosesi penandatanganan MoU di Fatih University. Jika pada umumnya penandatanganan kerja sama perguruan tinggi dilaksanakan dalam suasana formal dan sederhana, Fatih University mengemasnya dalam sebuah dinner party yang berlangsung hangat namun tetap elegan. Para delegasi dari berbagai negara ditempatkan pada meja-meja bundar yang telah disiapkan dan disuguhi beragam hidangan khas Turki. Suasana tersebut menciptakan ruang interaksi yang lebih akrab, sehingga para peserta tidak hanya melakukan seremoni penandatanganan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk saling mengenal dan membangun jejaring akademik.

Dinner Party Penandatangan MoU Fatih University

Dalam acara tersebut, setiap perguruan tinggi yang hadir menandatangani nota kesepahaman secara langsung dengan Fatih University. Khusus bagi perguruan tinggi yang tergabung dalam APTISI Wilayah V DIY, penandatanganan dilakukan secara kolektif dan diwakili oleh Ketua APTISI Wilayah V DIY yang pada saat itu juga menjabat sebagai Rektor Universitas Ahmad Dahlan. Model penandatanganan ini mencerminkan semangat kebersamaan perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dalam membangun kerja sama internasional secara lebih terkoordinasi dan saling menguatkan.

 Penandatanganan MoU antara Rektor UAD dan Rektor Fatih University Turki

Bagi saya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan sebuah dokumen. Nilai sesungguhnya terletak pada komitmen untuk mewujudkan berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi, baik melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, maupun pengembangan kapasitas akademik. Pertemuan di Fatih University menjadi salah satu langkah awal dalam memperluas jejaring internasional Universitas Ahmad Dahlan sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam komunitas akademik global.

Salam persahabatan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *