bendera mesir

Kairo, Mesir, 25–29 Januari 2015 — Pada akhir Januari 2015, saya berkesempatan berkunjung ke Mesir bersama Rektor UAD dan pak Abdul Mukhlis, S.Ag., M.Ag., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UAD, untuk menjalankan beberapa agenda akademik. Selama berada di Kairo, saya tinggal di Wisma Jatim di Nasr City, yang menjadi salah satu tempat kegiatan dan berkumpulnya mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Mesir. Salah satu agenda penting dalam kunjungan ini adalah bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar dan sekaligus mengikuti program double degree dengan Universitas Ahmad Dahlan. Dalam pertemuan tersebut, saya mendapat tugas memberikan pembekalan mengenai visi, misi, dan nilai-nilai UAD, agar para mahasiswa tidak hanya memahami aspek akademik program yang mereka ikuti, tetapi juga mengenal lebih dekat karakter dan arah pendidikan UAD.

Program double degree antara mahasiswa Al-Azhar dan UAD tersebut telah berlangsung sejak tahun 2013 dengan fasilitasi KBRI Kairo. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas pengalaman akademiknya dengan mengikuti pendidikan yang menghubungkan tradisi keilmuan Al-Azhar dengan sistem pendidikan yang dikembangkan di UAD.

Bersama mahasiswa Universitas Al-Azhar peserta Program Double Degree dengan UAD

Pertemuan dengan para mahasiswa juga menjadi kesempatan yang menarik bagi saya untuk berdialog secara langsung mengenai pengalaman mereka mengikuti program tersebut. Menjelang periode wisuda Maret 2015, program ini telah menghasilkan 25 lulusan dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah UAD.

Dari dialog yang berlangsung, saya menangkap bahwa program double degree ini masih memperoleh minat yang cukup besar dari mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Al-Azhar. Bagi mereka, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh pengalaman dan pengakuan akademik dari dua perguruan tinggi, tetapi juga memperluas wawasan serta pilihan pengembangan akademik setelah menyelesaikan studi.

Bagi saya, pertemuan di Kairo ini memberikan kesan tersendiri. Di tengah perjalanan studi mereka jauh dari tanah air, para mahasiswa Indonesia tetap memiliki semangat untuk memperluas pengalaman akademik. Pada saat yang sama, keberadaan mereka menunjukkan terbukanya peluang bagi UAD untuk membangun jejaring pendidikan internasional melalui program-program yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *