Nanning, Tiongkok, 8-5 Desember 2009 — Pada penghujung 2009, saya berkesempatan mendampingi Rektor Universitas Ahmad Dahlan bersama Prof. Sarbiran, Ph.D. melakukan kunjungan akademik ke Tiongkok. Tujuan utama perjalanan ini adalah menjajaki dan memperkuat kerja sama dengan Guangxi University for Nationalities (GUN) dan Guangxi Medical University (GMU) di Kota Nanning, ibu kota Daerah Otonom Guangxi Zhuang. Dalam waktu yang sama, saya juga berkesempatan mengunjungi Shenzhen, salah satu kota industri dan pusat inovasi teknologi yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi modern Tiongkok.
Kunjungan ini menjadi pengalaman yang menarik karena memperlihatkan bagaimana internasionalisasi perguruan tinggi mulai menjadi agenda penting di kawasan Asia. Saat ini, universitas-universitas di Tiongkok sedang memperluas jejaring globalnya melalui berbagai program kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya. Bagi UAD, kesempatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun kemitraan internasional yang lebih luas sekaligus meningkatkan kapasitas institusi di tingkat global.
Rombongan UAD diterima secara resmi oleh Presiden Guangxi University for Nationalities, He Longqun, beserta jajaran pimpinan universitas dan para dekan yang membidangi kerja sama internasional. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat saling belajar, mencerminkan komitmen kedua institusi untuk membangun hubungan yang berkelanjutan.

Delegasi UAD diterima oleh He Longqun (Presiden Guangxi University for Nationalities) pada 9 Desember 2009
Melalui pembicaraan bilateral tersebut, kedua universitas mencapai sejumlah kesepahaman yang kemudian menjadi dasar kerja sama, di antaranya program student exchange, visiting lecturer, dan joint conference. Salah satu bentuk implementasi yang direncanakan adalah pengiriman mahasiswa Guangxi University for Nationalities ke UAD untuk mempelajari Bahasa Indonesia, sementara UAD mengirimkan dosen sebagai pengajar Bahasa Indonesia di GUN. Program ini tidak hanya menjadi media pertukaran akademik, tetapi juga jembatan diplomasi budaya yang mempererat hubungan kedua bangsa melalui pendidikan.
Setelah agenda resmi di kantor rektorat, kami diajak berkeliling kampus untuk melihat berbagai fasilitas pendidikan dan layanan internasional. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah International Office, unit yang menjadi pusat pengelolaan mahasiswa asing dan kerja sama internasional. Dari kunjungan tersebut tampak bahwa GUN telah menyiapkan sistem yang cukup baik untuk mendukung mobilitas akademik lintas negara, sesuatu yang pada saat ini (2009) masih relatif baru bagi banyak perguruan tinggi di Indonesia.

Delegasi UAD dan GUN di depan Kantor International Office GUN China
Bagi saya, setiap perjalanan akademik selalu menghadirkan pelajaran yang melampaui penandatanganan nota kesepahaman. Pertemuan dengan para akademisi dari berbagai negara membuka ruang untuk saling memahami budaya, bertukar gagasan, sekaligus memperluas perspektif mengenai peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban. Kerja sama internasional pada akhirnya bukan sekadar hubungan antarinstitusi, melainkan ikhtiar bersama untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan membangun persahabatan antarbangsa melalui pendidikan.
Salam Persahabatan Dunia.

Apa peran International Office GUN dalam implementasi kerjasama ini? salam : Tel U
Sebagai fasilitator implementasi program dan interface antara pimpinan UAD dengan GUN. Terimakasih.