Guiyang, China, 31 Juli–2 Agustus 2016 — Menguatnya posisi China sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia juga diikuti dengan semakin intensifnya hubungan negara tersebut dengan kawasan ASEAN. Kerja sama tidak hanya dikembangkan melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi teknologi. Universitas dipandang memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia sekaligus menghasilkan inovasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Dalam semangat itulah China menyelenggarakan The 2nd China-ASEAN Engineering & Technology University President Forum di Kota Guiyang. Forum ini mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi China dan negara-negara ASEAN, khususnya universitas yang memiliki bidang teknologi dan rekayasa. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi salah satu perguruan tinggi Indonesia yang diundang dan difasilitasi untuk mengikuti forum tersebut.
Saya diminta Pak Rektor, untuk mendampingi beliau menghadiri kegiatan ini sekaligus membantu menyiapkan bahan presentasi. Setiap pimpinan perguruan tinggi yang hadir memperoleh kesempatan menyampaikan gagasan mengenai pengembangan engineering and technology serta sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung kemajuan ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN. UAD mendapat tema “Cultivating Application-Oriented Talents in Academic University,” sebuah tema yang cukup relevan dengan upaya perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

The 2nd China-ASEAN Engineering & Technology University President Forum di Guiyang, China
Selepas mengikuti forum tersebut, saya bersama Pak Rektor bergabung dengan delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Ibu Puan Maharani, dalam rangkaian pertemuan Indonesia–China. Bagi saya, kesempatan ini menarik karena dapat melihat secara langsung bagaimana hubungan antarpemerintah berjalan berdampingan dengan pengembangan jejaring antarlembaga, termasuk perguruan tinggi.

Bergabung bersama Delegasi Kemenko PMK RI dalam rangkaian pertemuan Indonesia–China
Dari pengamatan saya ketika mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, tampak bahwa China memberikan perhatian besar terhadap penguatan hubungan dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN. Pertemuan antarpemerintah menghasilkan sejumlah kesepakatan dalam berbagai bidang, sementara pada saat yang sama peluang kerja sama antarp perguruan tinggi juga semakin terbuka.
Bagi UAD, keterbukaan tersebut menjadi peluang untuk memperluas jejaring internasional, terutama dalam pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta inovasi teknologi. Forum di Guiyang memberikan gambaran bahwa perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kerja sama antarnegara dalam membangun kemajuan ekonomi dan teknologi kawasan.
Perjalanan ke Guiyang ini sekaligus memperlihatkan kepada saya bahwa diplomasi antarnegara dapat membuka jalan bagi diplomasi akademik. Dari forum seperti inilah universitas dari berbagai negara dapat saling mengenal, membangun kepercayaan, dan menemukan peluang untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret.
Salam persahabatan dunia!


Ssemoga proses kerjasamanya antara china dengan kelompok dair negara asean lainnya dalam hal pendidikan pada tingkat universitas dapat berjalan dengan baik
Ya semoga harapan itu dapat teracapai mengingat pintu masuk untuk kerjasama telah dibuka oleh kedua negara. Terimakasih atas kunjungannya di page ini. Salam Pendidikan Dunia.