Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 5 Februari 2024 — Ada perjalanan yang meninggalkan kesan mendalam bukan hanya karena tempat yang dikunjungi, tetapi juga karena peristiwa bersejarah yang menyertainya. Salah satu pengalaman yang sangat saya syukuri adalah kesempatan untuk membersamai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., dalam kunjungan ke Abu Dhabi pada Februari 2024.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh makna karena menjadi bagian dari momentum ketika Muhammadiyah menerima Zayed Award for Human Fraternity 2024, sebuah penghargaan internasional bergengsi yang diberikan bersama Nahdlatul Ulama (NU). Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas kontribusi nyata kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, persaudaraan kemanusiaan, perdamaian, serta berbagai aksi kemanusiaan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Pidato Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., setelah menerima Zayed Award for Human Fraternity 2024 di Abu Dhabi, UEA
Berada di Abu Dhabi dalam momen bersejarah tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga. Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Muhammadiyah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia yang dikenal mampu menghadirkan wajah Islam yang moderat, berkemajuan, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, saya merasakan bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan pendidikan, ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai bentuk pengabdian yang selama ini menjadi ciri gerakan Muhammadiyah. Nilai-nilai kemanusiaan yang mendapat apresiasi dunia tersebut harus terus diwujudkan dalam karya nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

Beberapa rektor PTMA (UNISA, UMP, UMSU, UAD, UHAMKA) membersamai Ketua Umum PP Muhammadiyah–beberapa saat sebelum pemberian penghargaan Zayed Award for Human Fraternity 2024 di Abu Dhabi, UEA–
Kehadiran saya dalam rombongan tersebut juga memberikan kesempatan untuk menyaksikan bagaimana diplomasi kemanusiaan dibangun melalui dialog, saling menghormati, dan kerja sama lintas bangsa. Pengalaman ini semakin menguatkan keyakinan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi, memperkuat budaya damai, dan membangun kolaborasi internasional demi kemajuan peradaban.
Saya bersyukur dapat menjadi saksi dari salah satu tonggak penting dalam perjalanan Muhammadiyah di panggung dunia. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga Muhammadiyah untuk terus berkarya, memperluas manfaat, dan mengokohkan peran Indonesia sebagai bangsa yang aktif membangun perdamaian dan persaudaraan kemanusiaan di tingkat global.
“Penghargaan yang sesungguhnya bukanlah sekadar pengakuan dunia, melainkan ketika nilai-nilai kemanusiaan terus hidup dalam setiap karya dan pengabdian yang kita lakukan.”
