Pandemi COVID-19 merupakan tantangan besar bagi pendidikan di seluruh dunia karena prosesnya harus dilakukan secara virtual agar penyebaran COVID-19 dapat dikurangi. Masalahnya, masih banyak siswa yang tinggal di daerah terpencil  jauh dari kota, yang tidak terjangkau infrastruktur pembelajaran virtual.  Kondisi geografis yang beragam di Indonesia yang terdiri dari pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan lembah serta beberapa daerah yang jauh dari kota membuat siswa sulit terkoneksi dengan internet sehingga pembelajaran virtual menjadi tantangan tersendiri. Daerah-daerah ini sering disebut sebagai daerah terpencil.

Sejauh ini, pendekatan pemerintah Indonesia untuk mengatasi kesulitan belajar di daerah terpencil masih kabur. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun kerangka teori pembelajaran yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh di daerah terpencil di Indonesia. Penelitian ini mengusulkan teori perkembangan pembelajaran alternatif di daerah terpencil melalui kajian pustaka integratif. Dalam penelitian ini, kerangka teori berkembang dari tinjauan penelitian yang ada tentang radio komunitas, pembelajaran campuran, pendidikan transformatif, dan pedagogi kritis. Penelitian ini menghasilkan kerangka teori tentang model blended learning berbasis radio komunitas yang berkontribusi sebagai solusi pembelajaran alternatif yang menjanjikan di daerah terpencil. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini akan menjadi model pembelajaran yang menjanjikan di daerah terpencil dalam situasi yang tidak terduga seperti di era pandemi.

Klik pada ikon Heliyon untuk download artikel.


Sitasi dalam format APA:
Prahmana, R. C. I., Hartanto, D., Kusumaningtyas, D. A., Ali, R. M., & Muchlas. (2021). Community radio-based blended learning model: A promising learning model in remote area during pandemic era. Heliyon, 7(7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *