Tottori, Jepang, 15 April 2014 — Hari kedua kunjungan saya ke Jepang bersama Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), rombongan UAD, serta advisor Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, diisi dengan agenda mengunjungi Tottori University of Environmental Studies (TUES). Kunjungan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempelajari bagaimana sebuah perguruan tinggi mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan (sustainability) ke dalam pendidikan, penelitian, dan pengelolaan lingkungan kampus.
TUES merupakan salah satu universitas di Jepang yang memiliki reputasi dalam pengembangan ilmu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, kebijakan lingkungan, manajemen regional, serta teknologi yang mendukung pelestarian lingkungan. Keunggulan tersebut menjadikan TUES sebagai mitra yang menarik bagi UAD dalam mengembangkan kerja sama akademik yang berorientasi pada masa depan.

Kampus Tottori University of Environmental Studies (TUES), Jepang
Delegasi UAD diterima dengan hangat oleh pimpinan universitas. Pertemuan berlangsung dalam suasana yang akrab dan penuh semangat kolaborasi. Selain saling memperkenalkan perkembangan masing-masing institusi, kedua belah pihak juga mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Dari diskusi tersebut, muncul kesepahaman bahwa hubungan antara UAD dan TUES perlu terus diperkuat melalui berbagai program akademik, di antaranya visiting lecturer, student exchange, pengembangan joint research, serta peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan seminar dan publikasi ilmiah internasional. Kerja sama seperti ini diharapkan tidak hanya memperluas jejaring akademik kedua universitas, tetapi juga memberikan pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa.

Diskusi delegasi UAD dengan pimpinan TUES, di Tottori, Jepang
Selain memperoleh gambaran mengenai sistem akademik TUES, saya juga sangat terkesan dengan konsep green campus yang diterapkan secara konsisten di seluruh kawasan universitas. Hampir setiap sudut kampus didominasi ruang terbuka hijau yang tertata rapi. Pepohonan tumbuh subur di sepanjang jalan, sementara berbagai tanaman rambat dibiarkan menghiasi dinding-dinding bangunan sehingga menyatu secara harmonis dengan arsitektur kampus. Lingkungan yang teduh, bersih, dan asri tersebut menghadirkan suasana belajar yang nyaman sekaligus mencerminkan komitmen universitas terhadap pelestarian lingkungan.
Bagi saya, konsep tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar menjadi tema penelitian atau materi perkuliahan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya institusi. Kampus benar-benar berfungsi sebagai laboratorium hidup yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Ketertarikan terhadap konsep ini mendorong saya untuk mendokumentasikan berbagai detail lingkungan kampus, mulai dari penataan lanskap, jenis vegetasi yang digunakan, hingga desain bangunan yang berpadu dengan unsur alam. Dokumentasi tersebut saya harapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan lingkungan Universitas Ahmad Dahlan.
Pada saat kunjungan ini berlangsung, Kampus IV UAD masih berada dalam tahap pembangunan. Pengalaman mengunjungi TUES semakin menguatkan keyakinan saya bahwa kampus modern tidak hanya diukur dari kemegahan gedung-gedungnya, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang mampu diciptakan. Saya membayangkan Kampus IV UAD kelak berkembang sebagai kawasan pendidikan yang hijau, teduh, dan nyaman, dengan koleksi berbagai jenis pohon, termasuk tanaman-tanaman langka yang dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati di lingkungan kampus.

Delegasi UAD dan pimpinan TUES
Kunjungan ke TUES memberikan pelajaran yang sangat berharga. Saya semakin meyakini bahwa pembangunan universitas yang unggul harus berjalan seiring dengan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Kolaborasi internasional bukan hanya membuka peluang kerja sama akademik, tetapi juga menghadirkan inspirasi untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan sesuai dengan karakter dan kebutuhan Universitas Ahmad Dahlan.
Salam Persahabatan Dunia.

