Korea Selatan, 26–30 Oktober 2015 — Pada akhir Oktober 2015, saya bersama Dr. Dwi Sulisworo, Wakil Direktur Program Pascasarjana UAD, dan Dr. Tri Kinasih Handayani, M.Si., Dekan FKIP UAD, mendapat tugas dari Rektor untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan. Kunjungan ini difasilitasi oleh SEAMOLEC (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre), yang diwakili Dr.rer.nat. A.B. Susanto, M.Sc., Deputy Director for Administration, dan Cahya Ratih, IT Content Manager. Selain UAD, rombongan juga diikuti delegasi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), yaitu Dr. Hj. Sri Rejeki, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. dan Muhammad Yusuf, Ph.D., serta STT Telkom Purwokerto yang diwakili Imam MPB, S.T., M.T.

Delegasi UAD bersama SEAMOLEC, UNIMUS, dan STT Telkom Purwokerto dalam kunjungan akademik ke Korea Selatan
Selama beberapa hari, kami mengunjungi Dongseo University, Yeungnam University, Daegu University, Keimyung University, dan Sunmoon University. Masing-masing universitas menawarkan karakter dan peluang kerja sama yang berbeda sehingga perjalanan ini memberikan banyak kemungkinan bagi UAD untuk memperluas jejaring akademiknya di Korea.
Di Dongseo University, misalnya, terbuka peluang kerja sama dalam bidang Health Sciences, terutama melalui program transfer kredit bagi mahasiswa keperawatan dan analis kesehatan. Sementara itu, pembicaraan dengan Yeungnam University membuka kemungkinan penyelenggaraan program percepatan pendidikan pada bidang teknik dan ekonomi yang mengintegrasikan jenjang sarjana dan magister.
Kunjungan ke Daegu University juga cukup menarik karena kami menemukan banyak program studi yang memiliki kesesuaian dengan program-program studi di UAD. Kesamaan bidang akademik tersebut membuka peluang bagi pengembangan berbagai kegiatan bersama, baik mobilitas mahasiswa maupun kerja sama akademik lainnya. Di Keimyung University, peluang yang ditawarkan antara lain student exchange dan transfer kredit dengan durasi enam bulan hingga satu tahun.

Penjajakan kerja sama antara delegasi UAD dan Daegu University
Dari beberapa universitas yang kami kunjungi, pertemuan dengan Sunmoon University menghasilkan langkah yang lebih konkret. Universitas ini menawarkan program 2+2 Dual Degree yang dipadukan dengan skema magang kerja dan dukungan beasiswa berjenjang. Melalui fasilitasi SEAMOLEC, pada kunjungan tersebut UAD dan Sunmoon University akhirnya berhasil menandatangani agreement untuk penyelenggaraan program dual degree. Bagi UAD, kesepakatan ini menjadi salah satu hasil penting dari rangkaian kunjungan kami ke Korea.

Pertukaran naskah 2+2 Dual Degree Program Agreement antara UAD dan Sunmoon University, Korea Selatan
Ada hal lain yang memberi kesan kuat bagi saya ketika mengunjungi Sunmoon University. Di universitas ini terdapat program studi Mechanical & ICT Convergence Engineering, yang mengintegrasikan bidang mekanik dengan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu konsentrasinya, Information Communication Display, mengarahkan kegiatan akademiknya pada pengembangan teknologi display yang berkaitan erat dengan kebutuhan industri LG.

Kampus Sunmoon University Korea Selatan
Bagi saya yang berlatar belakang pendidikan vokasi dan teknik, model seperti ini sangat menarik. Saya dapat melihat bagaimana hubungan antara perguruan tinggi dan industri tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi masuk sampai ke dalam pengembangan bidang studi, proses pembelajaran, dan orientasi kompetensi mahasiswa. Konsep link and match antara pendidikan dan dunia industri yang sering kita diskusikan terasa lebih nyata ketika melihat praktiknya secara langsung.
Rangkaian perjalanan akademik di Korea kemudian kami akhiri dengan mengunjungi pabrik mobil Hyundai. Kunjungan ke salah satu industri yang menjadi kebanggaan Korea Selatan ini melengkapi pengalaman kami selama beberapa hari: dari melihat sistem pendidikan tinggi, membuka peluang mobilitas mahasiswa dan dual degree, hingga menyaksikan hubungan erat antara perguruan tinggi, pengembangan teknologi, dan kebutuhan industri.
Perjalanan ini memberikan pelajaran bahwa internasionalisasi perguruan tinggi akan menjadi lebih bermakna apabila kerja sama yang dibangun dapat diterjemahkan menjadi program nyata bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus mendekatkan pendidikan dengan perkembangan teknologi dan dunia industri.
Salam Persahabatan Dunia.


Mantap bro…hanya kok belum menetas ya. Bisa ketinggalan kereta kita.
@Dr. Dwi Sulisworo: ya masih banyak yang belum berjalan, silahkan dipetani dan dijalankan yang menjadi prioritas. Sepertinya UNIMUS leading nih, ayo kejar pak…he..he…