bendera chinaNanning, Tiongkok, 20-25 November 2014 — Beberapa tahun setelah terjalinnya kerja sama antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Guangxi University for Nationalities (GUN), saya kembali berkesempatan mengunjungi Tiongkok untuk mengimplementasikan berbagai program yang telah disepakati bersama. Dalam lawatan ini saya mendampingi Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, bersama Ketua Badan Pembina Harian UAD Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.A., Ketua Program Studi Teknik Informatika Sri Winiarti, M.Cs., serta Kepala Kantor Urusan Internasional Ida Puspita, M.A.

Sesampainya di Kota Nanning, agenda pertama kami adalah mengunjungi salah seorang dosen Universitas Ahmad Dahlan, Sudaryanto, M.Pd., yang saat itu sedang menjalankan tugas sebagai visiting lecturer di GUN. Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa kerja sama kedua universitas telah berkembang secara berkelanjutan sejak tahun 2009. Program dosen tamu menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang berjalan paling konsisten, dan hingga saat itu UAD telah mengirimkan lima dosen untuk mengajar di Guangxi University for Nationalities.

Saya dan rombongan UAD diterima Pak Sudaryanto di Guest House kampus GUN

Pada kesempatan yang sama saya juga bertemu dengan para mahasiswa UAD yang sedang mengikuti program joint degree di GUN. Melihat mereka belajar dan beradaptasi dalam lingkungan akademik internasional memberikan kebanggaan tersendiri. Program seperti ini tidak hanya memperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk kemampuan berkomunikasi lintas budaya serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat global.

Rombongan UAD bersama mahasiswa joint degree UAD di GUN China

Rangkaian pertemuan resmi diawali dengan kunjungan ke jajaran pimpinan Guangxi University for Nationalities. Setelah diterima oleh pihak rektorat, delegasi UAD melanjutkan pembahasan di International Office untuk mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi baru. Dari berbagai diskusi tersebut muncul beberapa bidang kerja sama yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan, antara lain pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, program summer course, serta credit transfer.

Delegasi UAD diterima pimpinan GUN

Agenda utama lawatan ini adalah pembahasan Memorandum of Agreement (MoA) mengenai penyelenggaraan program joint degree antara Program Studi Teknik Informatika UAD dan Department of Information and Computer Science GUN. Dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif, kedua belah pihak berhasil menyepakati rancangan kurikulum bersama yang mengintegrasikan kekuatan akademik masing-masing universitas dengan komposisi 50 persen kurikulum UAD dan 50 persen kurikulum GUN.

Pembahasan MoA antara delegasi UAD dengan Departemen Information & Computer Science GUN

Program tersebut dirancang menggunakan skema 2+2, yaitu dua tahun pertama ditempuh di universitas asal dan dua tahun berikutnya di universitas mitra. Dengan demikian, mahasiswa UAD akan belajar selama dua tahun di Yogyakarta sebelum melanjutkan dua tahun berikutnya di Nanning, sedangkan mahasiswa GUN menjalani pola yang sama secara timbal balik. Kesepakatan ini merupakan langkah maju dalam upaya membangun pendidikan tinggi yang semakin terbuka dan berorientasi internasional.

Setelah menyelesaikan pembahasan berbagai program kerja sama, kami diajak mengunjungi laboratorium komputer GUN. Dari kunjungan tersebut, saya dapat melihat secara langsung fasilitas yang digunakan untuk mendukung pembelajaran dan praktikum mahasiswa di bidang teknologi informasi dan ilmu komputer. Fasilitas akademik yang tersedia memberikan dukungan yang cukup baik bagi pelaksanaan pembelajaran, sekaligus menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan program joint degree antara Teknik Informatika UAD dan GUN. Bagi saya, kunjungan ke laboratorium ini melengkapi pembicaraan kerja sama yang sebelumnya lebih banyak berlangsung di ruang pertemuan dengan melihat langsung lingkungan akademik tempat program tersebut nantinya dilaksanakan.

Kunjungan delegasi UAD ke lab komputer GUN

Lawatan kami di GUN diakhiri dengan mengunjungi Program Pascasarjana Kajian ASEAN. Kunjungan ini memberi gambaran tentang perhatian akademik GUN terhadap dinamika negara-negara Asia Tenggara, sekaligus membuka perspektif bahwa kerja sama UAD dan GUN dapat dikembangkan lebih luas, tidak hanya pada bidang teknologi informasi, tetapi juga pada kajian pendidikan, sosial, dan budaya di kawasan ASEAN.

Bersama para dosen dan mahasiswa program pasca sarjana Kajian ASEAN GUN

Sebagai penutup kunjungan, kami saling bertukar cenderamata khas universitas masing-masing, sebuah tradisi sederhana yang sekaligus menjadi simbol persahabatan dan harapan agar hubungan akademik antara UAD dan GUN terus berkembang pada masa mendatang.

Bertukar cenderamata dengan dosen Program Pascasarjana Kajian ASEAN GUN sebagai simbol persahabatan dan kerja sama akademik UAD–GUN

Selain mengunjungi GUN, delegasi UAD juga melakukan pertemuan dengan Guangxi Medical University (GMU) untuk memperpanjang kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke salah satu perguruan tinggi di Kota Qinzhou guna menjajaki peluang kolaborasi baru yang diharapkan dapat memperluas jejaring internasional Universitas Ahmad Dahlan.

Delegasi UAD diterima pimpinan fakultas di GMU

Lawatan ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa keberhasilan kerja sama internasional tidak ditentukan oleh banyaknya dokumen yang ditandatangani, melainkan oleh konsistensi dalam mengimplementasikan program-program nyata yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan kedua institusi. Program visiting lecturer, joint degree, pertukaran mahasiswa, dan kolaborasi akademik lainnya merupakan bukti bahwa kemitraan internasional akan memberikan nilai tambah apabila dibangun atas dasar saling percaya, saling belajar, dan komitmen untuk berkembang bersama.

Salam persahabatan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *