Hobart, Tasmania, Australia, 23 November 2013 — Perjalanan dari Melbourne ke Hobart ibukota Tasmania ditempuh dalam waktu 1 jam menggunakan pesawat. Setibanya di Hobart, saya dan rombongan ditempatkan di Hotel Wrest Point. University of Tasmania adalah satu-satunya universitas yang ada di pulau sebelah selatan benua Australia ini, dengan kampus tersebar di seluruh wilayah pulau. Hari pertama di Tasmania digunakan untuk mengikuti ceramah dan diskusi tentang profil universitas ini oleh semua dekan UTAS dan paparan profil PTS DIY oleh rektor UAD dan Ketua APTISI V DIY.

Presentasi profil universitas oleh dekan-dekan UTAS dan APTISI V diteruskan diskusi kelompok
Sesi terakhir dilakukan penandatangan naskah kerjasama antara universitas ini dengan beberapa perguruan tinggi DIY termasuk UAD. Karena pak rektor UAD, mewakili APTISI Wilayah V, maka saya diminta pak rektor untuk mewakili UAD menandatangani naskah kerjasama dengan University of Tasmania.

Penandatangan MoU: Pak Kasiyarno mewakili APTISI V, dan saya mewakili UAD
Pada momentum ini, setelah penandatangan MoU, saya sempat menyampaikan profil UAD kepada Professor Peter Frappell dari UTAS.

Penyampaian profil UAD ke UTAS

Bersama Pak George Iwan Marantika (UKRIM), Professor Peter Frappell (UTAS), dan Pak Bambang Supriyadi (Kopertis V DIY), setelah penandatanganan MoU
Kerjasama dengan Universitas Tasmania ini, implementasinya segera akan dilakukan antara lain dalam bentuk pengiriman dosen UAD mengikuti program Ph.D. Pada tahun 2014 akan dikirim satu orang dosen untuk mengikuti program Ph.D. yakni Pak Wajiran. Selain itu, direncanakan pula UAD akan mengundang Prof. Pamela Allen dari fakultas Art untuk memberikan pidato wisuda di UAD.
Setelah selesai di Universitas Tasmania, saya dan rombongan diundang oleh Premiere, semacam gubernur dan kami diterima di kantor gubernuran.

Bersama Gubernur Tasmania

di Kantor Gubernur Tasmania
Hari terakhir di Tasmania, saya mengunjungi Australia Maritime College di kota Launceston di sebelah ujung utara pulau. Lembaga ini merupakan akademi maritim terbesar di Australia. Untuk mencapai kota ini, diperlukan waktu 5 jam pulang pergi Hobart-Launceston.

Bersama pimpinan Australian Maritime College
Kami diterima pimpinan Australian Maritime College di ruang rapat mereka. Sebelum ageda lab tour, kami diajak berdiskusi membahas kemungkinan kerjasama antara perguruan tinggi di DIY khususnya yang menyelenggarakan program studi Teknik Perkapalan dan Teknik Mesin dengan AMC. Saya sempat mengunjungi laboratorium di akademi ini dan memperoleh penjelasan berbagai peralatan yang diperlukan untuk membangun lab perkapalan.

Berkunjung ke lab perkapalan AMC


Mator Sakalangkong
#Mohammad: terimakasih atas kunjungannya