bendera mesir

Kairo, Mesir, 26 Januari 2015 — Hari kedua kunjungan ke Mesir kami isi dengan agenda utama melakukan penjajakan kerja sama antara Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Al-Azhar. Dalam kunjungan ini, rombongan UAD terdiri atas Rektor Dr. Kasiyarno, M.Hum., saya sebagai Wakil Rektor I, dan Mukhlis, M.A. selaku Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Kami didampingi oleh pihak KBRI Kairo, yaitu Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Fahmi Lukman, bersama Muhlason Jalaludin dan Rizzaldy Satria.

Setibanya di Universitas Al-Azhar, delegasi UAD dan KBRI Kairo diterima di ruang rektorat oleh Rektor Universitas Al-Azhar bersama para wakil rektor. Bagi saya, kesempatan memasuki dan berdialog langsung dengan pimpinan salah satu pusat pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang ini tentu memberikan pengalaman akademik tersendiri.

Penerimaan Delegasi UAD oleh Rektorat Universitas Al Azhar. Foto; Rizzaldy Satria

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang cukup informal dan bersahabat, tetapi pembicaraan yang dilakukan sangat produktif. Kedua belah pihak mendiskusikan berbagai kemungkinan kerja sama akademik. Dari pertemuan tersebut diperoleh kesepahaman awal untuk mengembangkan kerja sama melalui program visiting lecturer serta joint/double degree, terutama dalam bidang Islamic Studies. Kerja sama ini dipandang strategis karena membuka peluang bagi UAD untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memperluas akses sivitas akademika terhadap tradisi keilmuan Islam yang berkembang di Al-Azhar.

 Pembicaraan Inisiasi Kerjasama Antara UAD dengan Universitas Al Azhar. Foto; Rizzaldy Satria

Kami juga memperoleh penjelasan bahwa kesepahaman tersebut masih harus melalui prosedur kelembagaan yang berlaku di lingkungan Al-Azhar. Oleh karena itu, UAD perlu menindaklanjuti pertemuan ini melalui korespondensi dan proses administratif agar rencana kerja sama dapat diteruskan ke tahap technical agreement. Dengan demikian, pertemuan hari itu merupakan pintu awal bagi kemungkinan kerja sama yang lebih konkret pada masa mendatang.

Setelah seluruh rangkaian pertemuan selesai, kami berpamitan dan meninggalkan kampus Al-Azhar. Ada kesan tersendiri ketika mengakhiri kunjungan tersebut. Kami datang membawa keinginan untuk membuka hubungan kelembagaan dan meninggalkan Al-Azhar dengan sebuah harapan baru bagi pengembangan jejaring internasional UAD.

Mengakhiri kunjungan di Universitas Al-Azhar. Foto: Rizzaldy Satria.

Agenda hari itu belum selesai. Selepas dari Al-Azhar, saya bersama Pak Rektor diajak Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo untuk mengunjungi lokasi pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di Kairo. Kunjungan ini menarik karena memberi kesempatan kepada kami untuk melihat secara langsung upaya penyediaan fasilitas bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Mesir. Keberadaan asrama tentu penting, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mendukung kehidupan akademik, interaksi, dan kebersamaan mahasiswa Indonesia selama belajar jauh dari tanah air.

Kunjungan ke lokasi pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di Kairo. Foto: Rizzaldy Satria.

Hari kedua di Mesir akhirnya menjadi perjalanan yang cukup lengkap: merintis hubungan akademik dengan Universitas Al-Azhar sekaligus melihat dari dekat dukungan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kairo. Keduanya mengingatkan saya bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui dokumen kerja sama, tetapi terutama melalui hubungan antarmanusia, pertukaran ilmu, dan kesempatan belajar yang dapat terus dikembangkan.

Salam Persahabatan Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *