bendera mesir

Kairo, Mesir, Januari 2015 — Menjelang berakhirnya rangkaian kunjungan di Mesir, saya bersama Pak Rektor mendapat undangan untuk bersilaturahmi dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Mesir, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Nurfaizi Suwandi, di Kantor KBRI Kairo. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Duta Besar dalam suasana yang sangat santai dan penuh keakraban.

Tidak ada agenda pembicaraan yang terlalu formal. Perbincangan mengalir seperti kapita selekta, mulai dari perkembangan Muhammadiyah, situasi pemerintahan dan kehidupan masyarakat Indonesia, pendidikan, hingga pengalaman dan tempat-tempat menarik di kawasan Timur Tengah, khususnya Mesir. Suasana yang cair justru membuat komunikasi berlangsung lebih terbuka dan memungkinkan kami bertukar pandangan mengenai berbagai hal.

Pembicaraan santai delegasi UAD bersama Duta Besar RI untuk Mesir. Foto: Rizzaldy Satria.

Bagi UAD, silaturahmi dengan KBRI Kairo memiliki arti penting. Dalam beberapa pengalaman sebelumnya, komunikasi dan penjajakan kerja sama UAD dengan perguruan tinggi di Mesir banyak memperoleh dukungan dan fasilitasi dari KBRI, khususnya melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu, menjaga hubungan kelembagaan yang baik dengan KBRI menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring akademik UAD di Mesir.

Menariknya, dari pembicaraan yang berlangsung santai tersebut justru muncul beberapa gagasan kerja sama yang dapat ditindaklanjuti. Salah satunya adalah rencana KBRI Kairo untuk memfasilitasi pertemuan sejumlah perguruan tinggi Indonesia, termasuk UAD, dengan Universitas Al-Azhar. Menurut Dr. Fahmy Lukman selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan, salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah penyelenggaraan kegiatan akademik bersama, antara lain international conference on Islamic studies. Gagasan ini sejalan dengan penjajakan kerja sama yang sehari sebelumnya telah kami lakukan secara langsung dengan pimpinan Universitas Al-Azhar.

Pertemuan tersebut semakin meneguhkan pemahaman saya bahwa diplomasi akademik tidak selalu harus berlangsung melalui forum resmi dan penandatanganan dokumen kerja sama. Komunikasi yang baik, kepercayaan, dan hubungan kelembagaan yang terpelihara sering kali justru menjadi pintu masuk bagi lahirnya kerja sama yang lebih konkret. Dalam konteks inilah, KBRI Kairo memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempertemukan kepentingan perguruan tinggi Indonesia dengan berbagai institusi pendidikan di Mesir.

Silaturahmi diakhiri dengan pertukaran cenderamata sebagai ungkapan persahabatan dan penghargaan. Bagi kami, pertemuan ini sekaligus menjadi penutup yang berkesan dari rangkaian tugas akademik selama beberapa hari di Mesir.

Penyerahan cenderamata dari Rektor UAD kepada Duta Besar RI untuk Mesir, didampingi Dr. Fahmy Lukman, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo. Foto: Rizzaldy Satria.

Dari perjalanan ini saya semakin merasakan bahwa membangun jejaring internasional sebuah universitas tidak cukup hanya dengan membuka hubungan antarkampus. Sinergi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri juga menjadi bagian penting dalam membuka jalan, membangun kepercayaan, dan menjaga keberlanjutan kerja sama akademik.

Salam Persahabatan Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *