bendera jepangHari kedua 15/4/2014,agenda kunjungan saya ke Jepang bersama rektor UAD dan rombongan serta advisor Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, adalah bertemu pimpinan Tottori University of Environmental Studies (TUES).

tues-500Kampus Tottori University of Environmental Studies (TUES), Jepang

Diskusi dengan pihak pimpinan TUES telah menghasilkan kesepakatan perlunya peningkatan hubungan kedua institusi melalui program-program  seperti visiting lecturer dan student exchange.

diskusi-dg-pimpinan-tuesDiskusi delegasi UAD dengan pimpinan TUES, di Tottori, Jepang

TUES merupakan kampus berbasis “green environment”, sehingga hampir di setiap bagian kampus bernuansa “hijau”. Pada setiap gedung yang ada di kampus ini, terdapat jenis pohon yang dibiarkan menjalar memenuhi bagian luar dari dindingnya. Wakli Rektor 2 UAD, Pak Safar Nasir sangat tertarik dengan konsep kampus hijaunya TUESS, sehingga meminta saya mendokumentasikan detil dari setiap pojok kampus, seperti posisi solar sel yang terpasang. Nampaknya Pak WR2 berkeinginan untuk menerapkan sebagian konsep kampus hijau TUES ke dalam kampus 4 UAD yang tengah dibangun. Saya pikir hal ini sesuai dengan ide Prof, Imam Robandi yang mengusulkan agar kampus 4 UAD nantinya, halaman-halamannya dipenuhi dengan pohon-pohon langka.

green-campus-tues

TUES dengan konsep Green Campus

Salam persahabatan dunia.

 

bendera jepangAgenda saya ke Jepang hari pertama 14 April 2014 adalah berkunjung ke Tottori University  untuk mengawali pembicaraan kerjasama antara UAD dengan universitas ini. Saya berkunjung bersama rektor (Dr. Kasiyarno) dan teman-teman UAD yakni Wakil Rektor 2 (Drs. Safar Nasir, M.Si.), Kepala Kantor Urusan Internasional (Ida Puspita, M.A.), Dekan FMIPA (Drs. Aris Thobirin, M.Si.), Dekan FKM (Rosyidah, S.E., M.Kes.). Ikut bersama kami Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, guru besar Teknik Elektro ITS sebagai advisor, yang merupakan alumni universitas ini sehingga memperlancar proses inisiasi kolaborasi.

universitas-tottori-500Salah Sudut Kampus Tottori University

Pagi itu saya dan teman-teman UAD diterma oleh rektorat Universitas Tottori. Setelah acara pidato sambutan dari kedua pihak, acara diteruskan dengan diskusi inisiasi kerjasama. Untuk tahap awal telah dapat dijajagi kolaborasi keduanya, yang mencakup bidang teknik elektro, teknik komputer, bioengineering dan epidemologi.

tottori-1-500Penerimaan Delegasi UAD Oleh Rektorat Universitas Tottori Jepang

tottori-4-500Delegasi UAD dan Rektorat Universitas Tottori Jepang

Setelah penerimaan oleh rektorat, kunjungan diteruskan ke Pusat Riset Jamur yang ada di universitas ini.  Tottori merupakan universitas di Jepang yang memiliki pusat riset jamur terbesar di dunia. Hasil diskusi di pusat ini, mengindikasikan adanya potensi yang sangat besar untuk mengembangkan kerjasama antara UAD dengan pusat ini  khususnya dalam bidang bioengineering.

tottori-2-500Kunjungan ke Pusat Riset Jamur Universitas Tottori

Acara satu hari di Universitas Totttori sangat padat dengan jadwal yang sangat ketat. Setelah selesai berdiskusi di Pusat Riset Jamur, saya dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Departemen Ilmu Komputer. Materi diskusi di jurusan ini mencakup penjajagan kemungkinan kerjasama dalam bidang ilmu komputer dan pengembangan infra struktur teknologi informasi.

tottori-3-500

Diskusi Penjajagan Kerja Sama UAD dan Universitas Tottori Dalam Bidang Ilmu Komputer

Diskusi di Departemen Ilmu Komputer berlangsung hingga kira-kira pukul 11.30. Setelah break makan siang, kunjungan diteruskan ke fakultas teknik. DI fakultas ini, delegasi UAD diterima oleh dekan dan para ketua departemen.

tottori-5a-500Penerimaan Delegasi UAD Oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Tottori, Jepang

Dari diskusi informal antara UAD dan dekanat fakultas teknik Universitas Tottori, telah dapat dijajagi kemungkinan kerjasama di antara keduanya dalam bidang join research, visiting professor, join conference dan bahkan student mobility. Kunjungan diteruskan ke laboratorium-laboratorium yang ada di fakultas teknik ini.

tottori-6a-500Diskusi di Laboratorium Teknik Elektro Universitas Tottori, Jepang

Salam Persahabatan Dunia.

bendera australiaSaat saya mendampingi rektor UAD berkunjung ke Australia, orang-orang pertama yang menjemput saya di bandara Melbourne adalah Pak Dwi Santoso (mahasiswa program doktor La Trobe University) dan Pak Bambang Widi Pratolo (mahasiswa program doktor Monash University). Setelah berkumpul di rumah Pak Bambang WP, menyusul bergabung dengan kami dosen-dosen UAD lainnya yakni Pak Nizam Ahsani (mahasiswa program doktor RMIT University) dan Bu Herlina (mahasiswa program doktor Monash University). Kunjungan ke Monash University dan La Trobe University menjadi lancar karena sebelumnya telah dilakukan pembicaraan awal oleh dosen-dosen UAD tersebut dengan pihak universitas yang akan dikunjungi.

Pak Bambang WP dan Bu Herlina telah membantu mempertemukan kami dengan  Prof. Paul Ramadge Direktur Pusat Indonesia -Australia Monash University. Pagi itu kami berdiskusi tentang hubungan Indonesia dan Australia dalam perspektif budaya dan pendidikan serta peluang-peluang kerja sama yang mungkin dapat diraih oleh UAD dan Monash University.

diskusi-dg-paul-ramadge

Diskusi bersama Prof. Paul Ramadge, Direktur Pusat Indonesia-Australia di Kantin Monash University

monash-university-#2-500

Sedangkan Pak Dwi Santoso telah membantu mempertemukan kami dengan pimpinan La Trobe University, dan bahkan lebih jauh dari itu, dosen pendidikan bahasa inggris UAD ini telah pula menginisiasi dan mempersiapkan naskah kerjasamanya, sehingga penandatangan MoU antara La Trobe University dan UAD dapat ditantatangani saat itu juga.

monash-university-500Selain berkunjung ke universitas-universitas di Australia untuk menjalin kerjasama internasional, saya juga melakukan pemantauan kemajuan studi para dosen UAD yang belajar di sana. Dari hasil pemantauan, terkesan sekalipun memerlukan effort yang luar biasa besarnya, namun mereka telah dengan disiplin mengikuti program-program yang dijadwalkan oleh para supervisornya.

 

bendera australiaPerjalanan dari Melbourne ke Hobart ibukota Tasmania ditempuh dalam waktu 1 jam  menggunakan pesawat. Setibanya di Hobart, saya dan rombongan ditempatkan di Hotel Wrest Point. University of Tasmania adalah satu-satunya universitas yang ada di pulau sebelah selatan  benua Australia ini, dengan kampus tersebar di seluruh wilayah pulau. Hari pertama di Tasmania digunakan untuk mengikuti ceramah dan diskusi tentang profil universitas ini oleh semua dekan dan paparan profil PTS DIY oleh rektor UAD, Ketua APTISI V, Dr. Kasiyarno, M.Hum.

Untitled-1 copy

Dr. Kasiyarno, M.Hum. Rekor UAD, Ketua APTISI V DIY Memaparkan Profil PTS DIY di Universitas Tasmania

Sesi terakhir dilakukan penandatangan naskah kerjasama antara universitas ini dengan beberapa perguruan tinggi DIY termasuk UAD. Karena pak rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. mewakili APTISI Wilayah V, maka saya diminta pak rektor untuk mewakili UAD menandatangani naskah kerjasama dengan University of Tasmania.

tasmania-3Dr. Bambang Supriyadi, DEA (Koordinator Kopertis V DIY), Professor Peter Frappell (Pro Vice-Chancellor Global Engagement, University of Tasmania, Australia), Dr. Kasiyarno, M.Hum (rektor UAD, Ketua APTISI V) dan Direktur Akademi Maritim Yogyakarta, Dr. Wegig Pratama, sesaat setelah penandatangan MoU

tasmania-1

tasmania-2

Bersama Pak George Iwan Marantika, MBA, Professor Peter Frappell, dan Koordinator Kopertis V sesaat setelah penandatangan MoU dengan Universitas Tasmania

Kerjasama dengan Universitas Tasmania ini, implementasinya segera akan  dilakukan antara lain dalam bentuk pengiriman dosen UAD mengikuti program Ph.D. Pada tahun 2014 akan dikirim satu orang dosen untuk mengikuti program Ph.D. yakni Pak Wajiran. Selain itu, direncanakan pula UAD akan mengundang Prof. Pamela Allen dari fakultas Art untuk memberikan pidato wisuda di UAD.

Setelah selesai di Universitas Tasmania, saya dan rombongan diundang oleh Premiere, semacam gubernur dan kami diterima di kantor gubernuran.

tasmania-gov-1

Bersama Gubernur Tasmania

Hari terakhir di Tasmania, saya mengunjungi Australia Maritime College di kota Launceston di sebelah ujung utara pulau. Lembaga ini merupakan akademi maritim terbesar di Australia. Untuk mencapai kota ini, diperlukan waktu 5 jam pulang pergi Hobart-Launceston.

akademi maritim

Bersama rektor UAD dan pimpinan Australian Maritime College

Saya sempat mengunjungi laboratorium teknik tenaga listrik di akademi ini dan sempat berdiskusi tentang berbagai sistem pengendali motor dan generator pembangkit yang digunakan di kapal.

lab-1Di Laboratorium Teknik Tenaga Listrik Australia Maritime College, Launceston, Tasmania

Setelah, beberapa hari di Melbourne dan Tasmania Australia, tiba saatnya untuk kembali ke Jogja. Salam persahabatan dunia.

pulang

bendera australiaKecuali Monash University, dua universitas lagi yang saya kunjungi di Melbourne Australia pada hari yang sama yakni 20 November 2013, adalah Deakin University dan La Trobe University. Diskusi di Deakin University dilakukan dengan mengambil topik penjajagan kerjasama antara universitas ini dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi  di DIY. Sebagai ketua APTISI Wilayah V, Dr. kasiyarno, M.Hum menekankan bahwa Yogyakarta selain sebagai kota budaya juga sebagai kota pendidikan yang ditunjukkan oleh banyaknya perguruan tinggi (PT) yang ada di kota ini, tidak kurang dari 115 buah PT ada di kota pendidikan ini. Diskusi ini dapat terselenggara dengan mudah dan lancar karena difasilitasi oleh Pak George Iwan Marantika, MBA, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, APTISI Pusat, mantan rektor UKRIM Jogja, yang dikenal dekat dengan kalangan pemerintahan Australia.

deakin-1Diskusi Pimpinan APTISI Wilayah V DIY dan Pimpinan Deakin University

deakin-2

Bersama Pimpinan UAD dan Deakin  University

Berbeda dengan Deakin University yang menempati daerah perkotaan Melbourne sebagai lokasi kampusnya, La Trobe University berlokasi agak keluar dari kota. Inisiasi hubungan antara UAD dengan La Trobe University dapat dilakukan  dengan lancar karena di universitas tersebut terdapat salah satu dosen UAD, yakni Dwi Santoso, yang sedang menempuh program Ph.D di sana. Semenjak Pak Dwi Santoso masuk sebagai mahasiswa program Ph.D. terus melakukan inisiasi kerjasama UAD dan La Trobe University, sehingga saat saya dan Pak Rektor UAD datang ke sana, diskusi kerjasama menjadi sangat terarah dan bahkan dokumen-dokumen MoU pun sudah siap ditandatangani.

latrobe-3

Diskusi Kerjasama Antara UAD dan La Trobe University

Bidang kerjasama yang disepakati antara lain join research, student mobility, visiting lecturer, join conference, dan pengiriman Ph.D. program dari UAD ke La Trobe University.

Penandatangan MoU antara UAD dan La Trobe University Australia

Salam persahabatan internasional.